in

Makmur di Tahun Naga Kayu, Ayo Rayakan Imlek Bebas Hiu

sejak tahun 1970 populasi hiu di dunia telah menurun hingga 71%.

Ilustrasi (foto: sosharks.wwf.id)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Kampanye Imlek Bebas Hiu kembali digaungkan oleh WWF-Indonesia dan Marine Buddies. Hal ini dilakukan mengingat pasca Covid-19, restoran dan hotel yang menyediakan hidangan sup sirip hiu dalam rangka perayaan imlek kembali naik.

Imlek selalu dirayakan dengan momen makan bersama yang menyuguhkan hidangan-hidangan penuh makna dan doa untuk satu tahun ke depan. Sayangnya, di momen kebahagiaan ini masih saja ada yang menyediakan sebuah hidangan yang di dianggap prestise, sup sirip hiu.

Dr. Imam Musthofa Zainudin, Direktur Program Marine and Fisheries Yayasan WWF Indonesia mengatakan, sejak tahun 1970 populasi hiu di dunia telah menurun hingga 71%. Penyebabnya adalah karena hiu kerap menjadi bycatch atau tangkapan sampingan yang bukan target aktivitas perikanan, hingga penangkapan berlebihan (overfishing).

“Padahal hiu punya peran penting bagi keseimbangan ekosistem laut. Sebagai predator puncak, hiu bertugas untuk memakan ikan-ikan sakit dan memastikan rantai makanan pada ekosistem laut terjaga,” kata Imam Musthofa dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/2/2024).

Selain itu, lanjutnya , secara ekonomi, hiu juga lebih memiliki nilai jual yang tinggi dan berkelanjutan di sektor pariwisata bahari, dibandingkan sebagai konsumsi.

Melibatkan Pesohor

WWF juga melibatkan para pesohor untuk ikut menyuarakan aksi Imlek Bebas Hiu, seperti Aurelie Moerenans, Della Dartyan, Ganindra Bimo, Renatta Moeloek, dan lainnya.

Adapun pesan penting yang disampaikan oleh Ganindra “Please sebarkan informasi ini dan bertindak untuk melindungi hiu dan lautan kita. Bergabunglah dengan kami untuk bilang tidak pada penangkapan hiu, pada pemotongan/perburuan sirip hiu, dan bilang iya untuk konservasi hiu.”

“Kami berharap dengan bekerja sama dengan komunitas anak muda dan para public figure, penyadartahuan terkait pentingnya peran hiu di ekosistem laut dan maraknya perburuan sirip hiu akibat permintaan konsumen dapat berkurang,” tutur Imam Musthofa.

Sudah 11 tahun lamanya, Yayasan WWF Indonesia menyuarakan tentang Imlek Bebas Hiu. Kampanye ini digerakkan untuk mengurangi tingkat konsumsi hiu yang biasanya meningkat pada hari raya Imlek. Hal ini terjadi karena banyaknya restoran maupun hotel yang menyediakan sup sirip hiu sebagai hidangan spesial Imlek, meskipun hidangan ini juga kerap dihidangkan di pesta pernikahan ataupun perayaan lainnya.

“WWF memiliki target untuk memperbaiki kesehatan ekosistem laut terutama di kawasan konservasi perairan (Marine Protected Area/MPA) di Indonesia,” jelas Imam Musthofa.

Bersama KKP dan mitra lainnya, WWF juga memiliki program khusus konservasi hiu seperti MPA for Sharks, kompetisi inovasi teknologi alat perikanan untuk mengurangi bycatch hiu, mendukung pengembangan pariwisata bahari berbasis hiu yang bertanggung jawab, pendataan, pelatihan, hingga penelitian.

Pada perayaan Imlek di tahun 2024 ini, WWF-Indonesia bersama komunitas Marine Buddies kembali meramaikan kampanye Imlek Bebas Hiu. Kampanye ini dilaksanakan secara terpisah di 5 kota besar, Jakarta, Tangerang, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

Berbagai macam jenis kegiatan penyadartahuan dilakukan pada kampanye ini, dari mulai sosialisasi di car free day, talkshow tentang budaya dan konservasi, hingga nonton bareng video tentang hiu disampaikan oleh Marine Buddies kepada masyarakat luas. (*)

Tri Wuryono

Tinggalkan Balasan