in

Longsor, Seorang Petani di Wonogiri Hilang Tertimbun Tebing

Saat kejadian, korban tidak sendiri. Ada beberapa warga lain yang selamat dari insiden tersebut.

Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban, Mijem (60), yang tertimbun longsor di Desa Ngroto Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (6/12/2023). (Dokumentasi Basarnas)

WONOGIRI (jatengtoday.com) – Seorang petani bernama Mijem (60), dilaporkan hilang akibat tertimbun longsor saat sedang melakukan aktivitas di sawah di Desa Ngroto Kecamatan Kismantoro Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (5/12/2023).

Hingga Rabu (6/12/2023), korban yang merupakan warga Dusun Mendang RT 2 RW 4 Desa Ngroto, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri ini masih dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan.

Kepala Kantor SAR Semarang Heru Suhartanto mengatakan kejadian ini terjadi pada Selasa (5/12/2023), sekira pukul 09.25 WIB. “Saat itu, korban sedang beraktivitas merabuk jagung di ladang atau sawah. Tiba- tiba tebing tak jauh dari lokasi longsor,” katanya.

Dikatakannya, saat kejadian itu, korban tidak sendiri. Ada beberapa warga lain di lokasi tersebut. Namun warga lain itu bisa menyelamatkan diri ketika tebing tersebut longsor.

“Sedangkan korban tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya tertimbun longsor,” terangnya.

Lokasi persawahan tersebut, lanjut Heru, berbentuk menyerupai bukit terasering yang memiliki ketinggian kurang lebih 50 meter. “Longsoran tanah menimpa persawahan menyebar dengan luas kurang lebih 25 meter,” jelasnya.

Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan dibagi menjadi 3 sektor. Proses pencarian dilakukan dengan metode pembersihan puing longsoran dengan mengunakan alat manual seadanya seperti cangkul.

“Pompa air untuk menyemprotkan bidang longsor untuk mengurai longsoran,”  katanya.

Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo mengatakan, pihaknya menerjunkan 40 personel dan anjing pelacak untuk melakukan pencarian korban. Pencarian tersebut terkendala medan perbukitan yang cukup jauh dari permukiman.

“Sehingga kendaraan baik roda dua, roda empat maupun alat berat kesulitan mencapai lokasi,” katanya. (*)

Abdul Mughis