in

Liga 3 Jateng Ricuh Lagi, Ancaman Diskualifikasi Diabaikan

Liga 3 Jateng 2023 yang digulirkan sejak 5 November sudah masuk fase terakhir atau pekan keenam babak penyisihan grup.

(foto: dokumentasi PSSI Jateng)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Kericuhan kembali terjadi di kompetisi Liga 3 Jawa Tengah 2023 pada pertandingan terakhir babak penyisihan grup yang berlangsung di Purwokerto dan Magelang. Klub-klub yang terlibat terancam didiskualifikasi.

Pertandingan antara Persibas Banyumas menghadapi Persibangga Purbalingga di Stadion Satria, Purwokerto, Rabu (22/11/2023) harus dihentikan di menit ke-80 karena suporter turun ke lapangan dan melakukan perusakan sejumlah fasilitas. Saat itu skor sama kuat 1-1.

Kericuhan lainnya terjadi saat pertandingan antara PPSM Magelang menghadapi Persip Pekalongan di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Rabu (22/11/2023). Laga tersebut dihentikan di menit ke-85 dalam kedudukan imbang 1-1 karena invasi suporter.

Baca Juga: Baru Pekan Kelima, Liga 3 Jateng Dinodai Adu Jotos Pemain hingga Isu Pengaturan Skor

Seperti diketahui, Liga 3 Jateng 2023 yang digulirkan sejak 5 November sudah masuk fase terakhir atau pekan keenam babak penyisihan grup. Baik Persibas maupun PPSM sebelum pertandingan juga telah dipastikan tidak lolos ke babak 12 besar yang akan digelar mulai 29 November.

Yoyok Sukawi selaku Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah pun angkat bicara terkait hal tersebut. Dia memastikan Komite Disiplin PSSI Jawa Tengah akan bergerak cepat untuk mengusut kasus tersebut.

“Ya saya dapat laporan kalau dua pertandingan di Magelang dan Purwokerto ricuh saat pertandingan belum selesai. Ini fatal karena pertandingan belum selesai,” kata Yoyok Sukawi, Rabu (22/11/2023) malam.

Asprov PSSI Jateng sangat menyayangkan hal tersebut dan akan mengusut bagaimana hal ini bisa terjadi dengan mempelajari laporan pengawasan pertandingan serta video yang beredar.

Baca Juga: Tegas! Klub Liga 3 Jateng Langsung Didiskualifikasi jika Suporter Bikin Rusuh

“Selain itu, tentu ada hukuman bagi yang melanggar sesuai dengan kode disiplin. Sanksinya bisa berupa diskualifikasi dan sanksi tambahan untuk musim depan. Terkait sanksinya seperti apa, biar Komdis PSSI Jateng yang memutuskan,” lanjut Yoyok Sukawi.

Sesuai regulasi Liga 3 Jateng memang disebutkan apabila ada kericuhan yang terjadi di stadion dengan masuknya penonton ke area lapangan dan area official bisa dihukum dengan diskualifikasi. Regulasi tersebut juga sudah disosialisasikan kepada klub peserta sebelum kompetisi dimulai.

Dalam pasal 46 regulasi Liga 3 Jateng disebutkan terkait invation dan kerusuhan yang berbunyi “Apabila terjadi invasi dan rusuh di lapangan permainan yang ditimbulkan oleh tim, panpel, penonton dan suporter maka PSSI berhak mendiskualifikasi klub yang bersangkutan dari kompetisi Liga 3 Jawa Tengah 2023 dan seluruh pertandingan yang sudah dijalankan akan dihapuskan serta lanjutan sanksi sesuai dengan Kode Disiplin PSSI”.

Sebelumnya, Komdis PSSI Jateng sudah mengeluarkan 23 sanksi akibat pelanggaran regulasi maupun kode disiplin yang terjadi hingga pekan kelima. (*)

Tri Wuryono