in

Korupsi Upsus Siwab, Kepala Dinas Peternakan Blora Wahyu Agustini Dituntut 6 Tahun

SEMARANG (jatengtoday.com) – Mantan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinakikan) Kabupaten Blora Wahyu Agustini yang didakwa menyelewengkan dana program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab), menjalani sidang tuntutan.

Jaksa Kejati Jateng menilai, terdakwa melanggar Pasal 12 huruf e jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP (dakwaan pertama).

Oleh karena itu, jaksa menuntut Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Semarang untuk menjatuhkan pidana yang setimpal dengan perbuatannya.

“Menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun, dikurangkan selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah tetap ditahan,” tegas Jaksa Aderina Trisyani dalam amarnya, Rabu (12/2/2020).

Selain itu, terdakwa Wahyu juga dituntut pidana denda sebesar Rp 200 juta, subsider 3 bulan kurungan.

Sebelum menjatuhkan tuntutan tersebut, jaksa mempertimbangkan hal-hal yang meringankan dan memberatkan terdakwa.

Baca juga: Sidang Korupsi Pembuntingan Sapi, Kades dan Camat se-Blora Disebut Terima Jatah

Menurut Jaksa Aderina, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dan perbuatannya telah merugikan orang lain.

Terdakwa juga tidak mau mengakui perbuatannya secara terus terang serta ia tidak merasa bersalah. Sehingga, hal tersebut dianggap sebagai hal yang memberatkan hukuman.

Adapun hal yang meringankan adalah terdakwa belum pernah dihukum serta bersikap sopan selama menjalani proses persidangan.

Modus Korupsi

Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa melakukan aksinya dalam kurun waktu 2017–2018, bersamaan dengan bergulirnya program Upsus Siwab di Blora. Upsus Siwab sendiri merupakan program yang dicanangkan Kementerian Pertanian untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri.

Pada saat sosialisasi Upsus Siwab, terdakwa bersama Sekretaris Dinakikan Blora, Karsimin (dilakukan pemeriksaan terpisah), mengumpulkan petugas inseminator dan mengarahkan supaya memberi iuran kebersamaan.

Iuran tersebut dipotong dari tiga jenis kegiatan dalam Upsus Siwab, meliputi dana identifikasi, inseminasi, serta pemeriksaan kebuntingan. Adapun besaran pemotongannya berbeda-beda.

Baca juga: Pungli Upsus Siwab di Blora Ternyata Sempat Diprotes Inseminator

Secara rinci, dari biaya identifikasi per sapi Rp 30.000 kemudian dipotong Rp 11.000. Untuk dana inseminasi buatan per sapi Rp 30.000 dipotong Rp 6.000. Biaya pemeriksaan kebuntingan juga dipotong.

Selanjutnya, saksi Karsimin mengumpulkan tiga Kepala UPTD di Blora untuk menjelaskan rincian peruntukan pemotongan dana. Kepala UPTD itulah yang ditugaskan untuk mengumpulkan dana, selanjutnya diserahkan ke Koordinator Bidang Administrasi Tim Pokja Upsus Siwab. (*)

 

editor: ricky fitriyanto

Baihaqi Annizar