in

Komitmen BLDF Ciptakan Hutan Mangrove Pelindung Pesisir Pantura

BLDF memberdayakan petani mangrove dan menggandeng komunitas untuk gerakan pelestarian lingkungan.

Hutan mangrove terbentang di Pantai Mangunharjo, Tugu, Kota Semarang. (istimewa)
Hutan mangrove terbentang di Pantai Mangunharjo, Tugu, Kota Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) mempunyai komitmen serius dalam upaya pelestarian lingkungan. Ia telah menanam jutaan pohon mangrove yang kini tumbuh menjadi pelindung pesisir pantai utara (pantura) Jawa.

“Kami sudah menanam lebih dari sejuta bibit mangrove,” jelas Deputi Program Manager BLDF Yunan Aditya di sela-sela acara kunjungan di Komplek Djarum Oasis, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Rabu (29/11/2023).

Berdasarkan data, BLDF mulai menanam pohon mangrove sejak 2008. Rinciannya, pada 2008–2009 berhasil menanam 56.000 pohon, pada 2010–2011 menanam 164.000 pohon, pada 2012–2013 menanam 242.568 pohon.

Kemudian pada 2014–2015 telah menanam 105.000 pohon, pada 2016–2018 menanam 223.000 pohon. Penanaman tersebut masih berlangsung hingga sekarang. Per akhir 2022 saja tercatat telah tertanam 1.070.268 pohon.

Mangrove tersebut ditanam di sepanjang jalur pantura Jawa, mulai dari pesisir Serang (Banten); DKI Jakarta; Indramayu (Jawa Barat); Kendal, Kota Semarang, Demak, Rembang (Jawa Tengah); hingga pesisir Surabaya (Jawa Timur). Sebagian ada yang ditanam di daerah Denpasar (Bali).

 

Petani mangrove, Sururi sedang menunjukkan bibit mangrove yang hampir siap tanam. (baihaqi/jatengtoday.com)
Petani mangrove, Sururi sedang menunjukkan bibit mangrove yang hampir siap tanam. (baihaqi/jatengtoday.com)


Berdayakan Petani Mangrove


Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) memiliki pusat pembibitan tanaman di Komplek Djarum Oasis, Kudus. Namun, kata Yunan Aditya, khusus pohon mangrove, pembibitannya dilakukan di tempat lain.

“Untuk pembibitan mangrove kami bekerja sama dengan petani mangrove di daerah Mangkang, Kota Semarang,” ujar Yunan bersama tim saat berada di pusat pembibitan tanaman.

Petani mangrove tersebut bernama Sururi. Sehari-hari Sururi bersama keluarga dan tetangganya melakukan penyemaian dan perawatan bibit mangrove. Setelah siap tanam, bibitnya akan diambil oleh pihak BLDF.

Pada akhir 2022 silam, Sururi bercerita kepada Jatengtoday.com bahwa ia bekerja sama dengan BLDF sejak 2008. Setiap bulannya BLDF membeli kurang lebih 5.000 bibit mangrove.

Menurut penjelasan tim dari BLDF, selain Sururi dulu ada petani mangrove lain di Kabupaten Pati yang bekerja sama dengan BLDF. Namun, saat ini sudah tidak aktif lagi.

 

Generasi muda sedang menanam mangrove dalam kegiatan yang diinisiasi Koalisi Indonesia Hijau Indonesia (Kophi) Jawa Tengah. (istimewa)
Generasi muda sedang menanam mangrove dalam kegiatan yang diinisiasi Koalisi Indonesia Hijau Indonesia (Kophi) Jawa Tengah. (istimewa)


Gandeng Komunitas


Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) dalam menanam jutaan pohon mangrove tidak sendiri. Ia menggandeng berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah hingga komunitas anak muda.

BLDF menginisiasi terbentuknya Sadar Lingkungan Squad atau Darling Squad, yakni komunitas anak muda yang konsen pada isu lingkungan.

Selama ini, BLDF kerap membantu perorangan maupun komunitas yang ingin mendapatkan bibit pohon secara gratis, termasuk bibit mangrove.

“Kalau ada yang butuh bibit, kami bantu. Syaratnya cukup mengajukan proposal. Biasanya kami juga meminta jaminan untuk merawat bibit sampai benar-benar tumbuh,” jelas Yunan Aditya, Deputi Program Manager BLDF.

Belum lama ini, BLDF memberi bantuan 3.000 bibit mangrove kepada Koalisi Indonesia Hijau Indonesia (Kophi) Jawa Tengah. Bibit tersebut ditanam di Pantai Mangunharjo, Kota Semarang pada Minggu (26/11/2023).

M Asyrof Naf’il Aufari, salah satu peserta yang terlibat mengatakan, aksi penanaman 3.000 mangrove diikuti sekitar seratus orang. Warga di sekitar lokasi juga turut membantu kelancaran acara.

Asyrof mengaku bangga bisa turut serta menanam mangrove. Baginya, melibatkan diri dalam kegiatan penanaman mangrove merupakan langkah kecil yang berdampak besar.

 

Praktisi Komunikasi dan Perlibatan Publik pada Isu-Isu Kelestarian, Juris Bramantyo sedang menjadi narasumber lokakarya jurnalisme lingkungan di Kudus. (baihaqi/jatengtoday.com)
Praktisi Komunikasi dan Perlibatan Publik pada Isu-Isu Kelestarian, Juris Bramantyo sedang menjadi narasumber lokakarya jurnalisme lingkungan di Kudus. (baihaqi/jatengtoday.com)


Aksi Nyata Pelestarian Lingkungan


Asyrof yang merupakan Founder Progresif Foundation berpendapat, penanaman mangrove merupakan salah satu upaya pelestarian lingkungan. Ia berharap kelak bisa terwujud hutan mangrove.

“Menanam bibit sama dengan menanam harapan untuk ekosistem laut yang lebih sehat, menyediakan tempat berlindung bagi berbagai spesies, dan menjaga keseimbangan ekosistem,” ucap Asyrof, Kamis (30/11/2023).

Praktisi Komunikasi dan Perlibatan Publik pada Isu-Isu Kelestarian, Juris Bramantyo mendukung aksi nyata lintas komunitas dan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) untuk upaya melestarikan lingkungan.

Eks Communications and Youth Engagement Consultant Lingkar Temu Kabupaten Lestari itu mengatakan, pelestarian lingkungan dengan cara penanaman mangrove adalah bentuk mitigasi krisis iklim.

Pesisir merupakan daerah yang paling rentan terdampak krisis iklim. Sebab, pesisir rawan terjadi rob hingga penurunan muka tanah. Kata Juris, strategi konkret mengurangi potensi bahaya itu adalah dengan menanam mangrove.

“Mangrove merupakan salah satu barrier penting. Sudah seharusnya mangrove semakin banyak ditanam sebagai pelindung alami pesisir,” ucap Juris selepas menjadi narasumber lokakarya jurnalisme lingkungan di Kudus, Kamis (30/11/2023). (*)

Baihaqi Annizar