in

KKP Kenalkan Bubuk Hidrolisat Protein Ikan untuk Tingkatkan Asupan Protein

Bubuk Hidrolisat Protein Ikan ini bisa menjadi solusi penanganan stunting.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, KKP, Dr Budi Sulistiyo foto bersama anak-anak dalam acara Harganas di Semarang. (istimewa)
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, KKP, Dr Budi Sulistiyo foto bersama anak-anak dalam acara Harganas di Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengenalkan inovasi campuran makanan untuk meningkatkan asupan protein masyarakat. Inovasi tersebut adalah bubuk Hidrolisat Protein Ikan (HPI).

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, KKP, Dr Budi Sulistiyo MS mengatakan, HPI bisa menjadi solusi penanganan stunting.

Produk tersebut dikenalkan dalam pameran Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 tahun 2024 di Simpang Lima Semarang, Jumat (28/6/2024).

“Bubuk HPI lebih mudah diserap tubuh, serta bisa dicampur atau fortifikasikan dengan tepung, sagu, dan beras,” kata Budi Sulistiyo di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Jumat (28/6/2024).

Menurut Budi, HPI ini semacam tepung yang lembut sekali, dan bisa dicampurkan ke makanan sejak proses pengolahannya. Seperti untuk membuat serabi, getuk, onde-onde, aneka bubur, cilok, bolu kukus, cookies, dan lain-lain.

“Inovasi ini mengambil ekstrak protein ikan lewat teknologi HPI, jenis ikan yang digunakan seperti Petek, Kurisi, dan Kapas-kapas yang diolah menjadi olahan bernilai ekonomi dan manfaat tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bubuk HPI menjadi solusi untuk masyarakat yang tidak suka mengonsumsi ikan, karena fortifikasinya tidak membuat makanan bau amis, tanpa mengubah rasa dan warna. Jadi, masyarakat seperti mengonsumsi makanan biasa, sekalipun pengolahannya ditambahi bubuk HPI.

“Mengingat program gemarikan belum meningkatkan asupan protein masyarakat secara signifikan, maka inovasi HPI menjadi salah satu solusinya,” jelasnya.

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2022 menyebutkan, konsumsi protein per kapita masyarakat Indonesia yaitu 62,21 gram, masih di bawah negara tetangga Vietnam 94 gram/kapita/ hari, dan Malaysia 89gram/kapita/hari.

Dalam pameran Harganas, KKP menggandeng mitra UMKM juga mengenalkan produk susu Surikan yang 100 persen mengandung protein ikan terhidrolisa.

Direktur Program Berikan Protein, Khodijah A Zahir mengatakan, susu Surikan berbasis HPI diolah di pabrik yang berlokasi di Indramayu.

Menurut dia, olahan ikan yang menghasilkan cairan itu lebih rendah kualitasnya, sedangkan hasil bubuk bisa digunakan fortifikasi makanan, termasuk susu. (*) 

editor : tri wuryono

Baihaqi Annizar