SALATIGA (jatengtoday.com) — Wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mendapat dukungan dari Ketua DPC Partai Gerindra Kota Salatiga, Yuliyanto. Menurutnya, mekanisme tersebut bukan hal baru dalam sistem demokrasi di Indonesia.
Yuliyanto mengatakan, pemilihan kepala daerah oleh DPRD telah diterapkan sejak era Orde Baru hingga sebelum reformasi 1998. Oleh karena itu, wacana tersebut dinilainya masih relevan untuk dikaji kembali. Hal itu disampaikannya pada Senin (5/1/2026).
Wali Kota Salatiga dua periode ini menyebut, salah satu pertimbangan utama dukungannya adalah efisiensi anggaran. Selain itu, pemilihan melalui DPRD dinilai dapat meminimalisasi potensi gesekan di tingkat akar rumput antarpendukung calon kepala daerah.
“Pemilihan kepala daerah oleh DPRD juga lebih efisien, baik dari sisi penjaringan kandidat, mekanisme, anggaran, ongkos politik, hingga pelaksanaan pemilihan itu sendiri,” ujarnya.
Yuliyanto menegaskan, Partai Gerindra Kota Salatiga mendukung langkah Fraksi Gerindra dalam membahas Undang-Undang tentang pemilihan kepala daerah yang dipilih oleh DPRD. Menurutnya, mekanisme tersebut tidak melanggar prinsip demokrasi.
Ia juga menyoroti besarnya anggaran yang selama ini digunakan dalam pelaksanaan pilkada langsung. Dengan formulasi pemilihan yang dinilai lebih tepat, anggaran tersebut dapat dialihkan untuk program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selain aspek anggaran, Yuliyanto menekankan pentingnya pendidikan politik dan kedewasaan dalam berdemokrasi. Ia mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses yang sedang berjalan terkait wacana tersebut.
“Ini juga bagian dari demokrasi. Jadi, mari kita hormati dan biarkan proses ini berjalan,” pungkasnya. (*)
