in

Kepala Desa Gubug Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi

Diduga, kepala desa tersebut meminta dan menerima uang imbalan terkait pengisian salah satu jabatan perangkat desa.

Ilustrasi. Uang pecahan Rp100.000 dan Rp50.000. (antara foto/m risyal hidayat)

GROBOGAN (jatengtoday.com) – Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Grobogan menetapkan Kepala Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Hadi Santoso (HS), sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi.

Dalam kasus tersebut, diduga tersangka menjanjikan salah satu perangkat desanya, untuk menduduki jabatan sekretaris desa di tahun 2021-2022 dengan meminta imbalan sejumlah uang yang nilainya Rp 185 juta.

“Oknum kepala desa tersebut menjanjikan salah seorang perangkat desanya untuk menduduki jabatan sekretaris desa. Korban sudah memberikan uang senilai Rp 185 juta kepada HS. Namun korban tidak kunjung dijadikan sekdes,” kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Grobogan, Frengki Wibowo dalam keterangan pers-nya di kantor Kejaksaan Negeri Grobogan, Jumát (22/9/2023).

Dijelaskannya, HS kemudian ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah terkait pengisian perangkat desa tersebut. Penetapan tersangka HS, menurut Frengki, berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Grobogan Nomor: Print-914/M.3.41/Fd.2/07/2023 tanggal 20 Juli 2023, penyidik pada Kejaksaan Negeri Grobogan, menerbitkan Surat Penetapan Tersangka Nomor: 22/M.3.41/Fd.1/09/2023 tanggal 20 September 2023.

“Berdasarkan dari hasil penyidikan, tersangka HS selaku Kepala Desa di Kecamatan Gubug memiliki peran aktif dalam kewenangannya menawarkan kepada pihak korban yang berpeluang untuk dapat mengisi jabatan Sekretaris Desa yang kosong,” katanya.

Tersangka HS meminta sejumlah uang kepada pihak yang berpeluang tersebut dengan alasan untuk dapat meluluskan dan mengisi jabatan Sekretaris Desa. HS disangkakan melanggar Pasal 11 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi,” katanya.

Kasus ini masih dalam penanganan dan pengembangan Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Grobogan. (han)

Abdul Mughis