in

Kuasa Hukum: Kemenangan Gugatan Baihaqi jadi Bukti Ada Diskriminasi Seleksi CPNS

Muhammad Baihaqi (berbaju batik biru) bersama tim LBH Semarang dan komunitas difabel saat berada di PTUN Semarang. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Muhammad Baihaqi yang menggugat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah selaku panitia seleksi CPNS 2019, dinyatakan menang oleh Mahkamah Agung.

“Kemenangan ini menunjukkan bahwa ada praktik diskriminasi dalam seleksi CPNS 2019 terhadap Baihaqi sebagai difabel,” ujar perwakilan kuasa hukum Baihaqi dari LBH Semarang, Syamsuddin Arief, Senin (20/12/2021).

Menurut dia, ini juga menunjukkan bahwa Sekda Jateng tidak profesional dan cacat prosedur dalam pelaksanaan CPNS 2019. “Melalui putusan ini, Pemprov Jateng sudah seharusnya segera melaksanakan putusan dan melakukan evaluasi agar reformasi birokrasi terlaksana baik,” tutur Syamsuddin.

Baca Juga: MA Menangkan Kasasi Baihaqi, Difabel yang Digugurkan dalam Seleksi CPNS

Putusan kasasi MA ini membatalkan putusan sebelumnya, yakni putusan pada tingkat banding di PTTUN Surabaya dan putusan tingkat pertama di PTUN Semarang.

Sebelumnya, baik PTUN Semarang maupun PTTUN Surabaya menolak gugatan Baihaqi dengan alasan pengajuan telah melewati jangka waktu 90 hari sebagaimana diatur dalam UU 5/1986 tentang PTUN.

Padahal, dalam Perma 6/2018 tersurat dengan jelas bahwa jangka waktu 90 hari tersebut dihitung sejak upaya administrasi dilakukan dan berdasarkan hitungan hari kerja bukan kalender.

LBH Semarang menilai, majelis hakim tingkat pertama dan tingkat banding sama sekali tidak menyentuh substansi gugatan. Padahal dalam proses sidang tingkat pertama, bukti-bukti dan keterangan saksi serta ahli telah menunjukkan adanya praktik diskriminasi tersebut.

Untuk diketahui, Baihaqi merupakan seorang tunanetra yang salah satu matanya masih bisa berfungsi seperti biasa. Dia adalah sarjana pendidikan matematika dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Pada 2019 lalu, ia mendaftar sebagai guru matematika di SMAN 1 Randublatung melalui seleksi CPNS atau CASN. Baihaqi berhasil meraih nilai tertinggi pada Seleksi Kompetensi Dasar CPNS Formasi Khusus Difabel.

Namun, Pj Sekda Jateng selaku Ketua Tim Pengadaan CPNS menganggap Baihaqi tidak memenuhi syarat, di mana formasi khusus penyandang disabilitas yang ia lamar hanya boleh diisi oleh difabel tunadaksa. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *