in

Kemenag Ajak Salat Gaib untuk Korban Gempa Maroko dan Banjir Libya

Salat Gaib digelar untuk mendoakan korban meninggal dunia dan dapat dilaksanakan setelah Salat Jumat pada 15 September 2023.

Wilayah Libya Timur mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang yang melanda pada Minggu (10/9/2023). (foto: Instagram Unicef Libya)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Kementerian Agama juga mengajak umat Islam untuk menggelar Salat Gaib untuk korban gempa Maroko dan banjir di Libya.

Ribuan orang meninggal meninggal akibat gempa di Maroko dan banjir di Libya pada pekan lalu. Kementerian Agama menyampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal dan terluka dalam tragedi tersebut.

Atas nama Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsya) Adib telah menerbitkan edaran yang mengajak umat Islam melaksanakan Salat Gaib.

“Diberitahukan kepada umat Islam di seluruh Indonesia, sebagai bentuk
kepedulian terhadap korban meninggal dunia pada kejadian gempa bumi di Maroko dan banjir bandang di Libya, maka diimbau agar melaksanakan Salat Gaib,” ujar Adib di Jakarta, Kamis (14/9/2023).

Adib menambahkan bahwa Salat Gaib untuk korban gempa di Maroko dan banjir di Libya juga akan dilaksanakan di Masjid Istiqlal setelah Salat Jumat.

“Salat Gaib digelar untuk mendoakan korban meninggal dunia dan dapat dilaksanakan setelah Salat Jumat pada 15 September 2023,” ujarnya.

Gempa berkekuatan Magnitudo 6,8 menguncang Maroko pada Jumat (8/9/2023). Bencana dahsyat ini telah menewaskan sedikitnya 2.800 orang.

Sementara, banjir bandang yang disebabkan oleh Badai Daniel menerjang Libya pada Minggu (10/9/2023). Sebanyak 6.000 orang tewas dan sekitar 10.000 orang dilaporkan hilang. (*)

Tri Wuryono