in

Dirut Bank Jateng Buka Suara terkait Kasus Korupsi di Cabang Jakarta dan Blora

Bank Jateng melakukan beberapa perubahan, utamanya dari segi regulasi pembiayaan proyek.

Jajaran pimpinan Bank Jateng sedang paparan kinerja tahun 2021. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno akhirnya memberikan komentar terkait terkuaknya kasus dugaan korupsi di Bank Jateng Cabang Jakarta dan Cabang Blora.

Menurutnya wajar sebuah institusi perbankan mendapat masalah. Namun, yang lebih penting bukan seberapa banyak dan peliknya masalah tersebut.

“Yang penting adalah bagaimana cara kita menyelesaikan masalah. Termasuk persoalan di Cabang Jakarta dan Cabang Blora ini,” ujar Supriyatno, Senin (10/1/2022).

Dia menegaskan, Bank Jateng mendukung penuh proses hukum yang sedang berjalan. Bahkan selama ini pihaknya bekerja sama secara kooperatif dengan aparat penegak hukum.

“Kalau ada karyawan kami yang melakukan tindakan tidak terpuji, ya mereka harus berhadapan dengan hukum,” tegas Supriyatno.

Selain mengusut peran para tersangka korupsi, saat ini aparat juga sedang diupayakan meminimalisasi potensi kerugian keuangan negara.

“Ini masalah masih dicoba diselesaikan. Nah sebagian uang itu akan dikembalikan ke Bank Jateng. Itulah fungsi aparat menegak hukum, membantu mengembalikan aset-aset bank,” tuturnya.

Sempurnakan Regulasi

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Jateng, Ony Suharsono menegaskan, Bank Jateng langsung mengambil langkah pascatemuan kasus dugaan korupsi di Cabang Blora dan Cabang Jakarta.

Tersangka dalam kasus itu yang berstatus sebagai pimpinan cabang juga sudah diberhentikan dari jabatannya.

Ony menyebut, Bank Jateng sudah melakukan beberapa perubahan. Utamanya dari segi regulasi pembiayaan proyek.

“Kami sempurnakan regulasinya, jadi kredit proyek kita perbaiki regulasinya,” ujar dia.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan kredit Bank Jateng Cabang Blora dan Cabang Jakarta. Kerugian keuangan negara dari dua kasus itu ditaksir mencapai Rp597,97 miliar.

Total sudah ada lima orang yang ditetapkan tersangka. Dua di antaranya adalah mantan pimpinan Bank Jateng Cabang Jakarta Bina Mardjan serta mantan pimpinan Bank Jateng Cabang Blora Rudatin Pamungkas. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *