SEMARANG (jatengtoday.com) – Perayaan Idul Adha di Kadilangu, Kabupaten Demak dipastikan bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya Bangsawan Malaysia bakal menyerahkan langsung 18 ekor sapi sebagai hewan kurban di sana.
Ketua Panitia Gebyar Idul Adha di Kadilangu Demak, Kristiawan Saputra menjelaskan kegiatan akan diselenggarakan di area parikir bus wisata Kadilangu Demak. Kegiatan terbagi menjadi dua tahap, acara pada pagi hari dimulai pada pukul 08.00.
“Malam harinya dilakukan pembagian doorprize pada masyarakat. Hadiah utamanya adalah 20 sepeda motor,” terangnya, Sabtu (18/9).
Sebagai rangkaian gelaran akbar tersebut, Yang Mulia Datu Tuan Raja Azhar Bin Yang Mulia Datu Raja Wahab direncanakan akan bertemu dengan Gubernur Ganjar Pranowo, Kapolda Irjen Condro Kirono, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Bupati Demak M Natsir dalam acara penyerahan bantuan hewan kurban secara simbolik di Semarang, Minggu (19/8).
Pengelola Yayasan Raja Sakti At Thomim Sunan Kalijaga Malaysia di Indonesia, Raja Mohamad Amin menjelaskan pertemuan tersebut sebagai upaya menjalin tali silaturahmi antara kedua belah pihak. Setelah sebelumnya, perwakilan keluarga telah bertemu dengan Gubernur Ganjar Pranowo di Puri Gedeh Semarang.
“Yang Mulia Datu Tuan Raja Azhar Bin Yang Mulia Datu Raja Wahab akan hadir di Semarang dan bertemu dengan Wali Kota dan Bupati Demak. Ini menjadi rangkaian kegiatan Gebyar Idul Adha di Demak,” jelasnya.
Dia pun meluruskan sejumlah kabar yang dinilainya sama sekali tak benar dan beredar di masyarakat setempat. “Ada yang bilang, kami bukan keluarga kerajaan, bahkan kriminal. Sama sekali tak benar. Kami hanya ingin berbuat sosial dan kebetulan di Demak ada kerabat kami. Kami ingin menjalin silaturahmi,” ujarnya.
Keluarga Yayasan Raja Sakti At-Thomim Sunan Kalijaga Malaysia menyumbangkan 22 ekor sapi kurban. Empat ekor sapi diserahkan pada Gubernur Ganjar Pranowo dan 18 ekor lainnya diserahkan pada Yayasan Raja Sakti At Thomim Sunan Kalijaga Malaysia yang ada di Kadilangu Demak yang selanjutnya dibagikan pada masyarakat.
Yayasan yang didirikan di kadilangu tersebut sama dengan yayasan yang sebelumnya didirikan di beberapa daerah di Indonesia seperti di Goa, Tidore, Aceh dan Demak. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena terdapat kerabat jauh. Selain bantuan, di lokasi tersebut juga didirikan yayasan sosial, termasuk di Demak pada tahun 2018 dengan tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Yayasan juga membagi-bagikan makanan pada masyarakat melalui masjid-masjid sekitar tiap hari Jumat. (ajie mh)
Editor: Ismu Puruhito