in

JKN Tagih Tunggakan Peserta Hingga Rp 1,8 Miliar

SEMARANG (jatengtoday.com) – Petugas Kader JKN Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan mendatangi warga ke rumah peserta yang menunggak iuran BPJS Kesehatan.

Hal itu untuk meningkatkan kolektibilitas pembayaran peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), terutama dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU).

Kepala Cabang BPJS Kesehatan Semarang, Bimantoro menjelaskan, ada 65 kader JKN di BPJS kesehatan kantor Cabang Semarang sudah sangat efektif dalam meningkatkan perolehan iuran BPJS Kesehatan.

“Tercatat sampai 31 Desember 2018 sebanyak Rp 1,8 miliar iuran tertunggak dari peserta di Kota Semarang dan Kabupaten Demak dapat tertagih melalui Kader JKN sendiri,” jelasnya saat menghadiri Evaluasi Kader JKN, Selasa (19/2/2019).

Atas tercapainya penagihan tunggakan iuran tersebut, BPJS Kesehatan Cabang Semarang memberikan penghargaan dan apresiasi kepada kader yang berhasil menagih tunggakan iuran terbanyak. Yaitu Yustina Tutik Saryuniati, Kader dari Kota Semarang yang berhasil menagih tunggakan sebesar Rp 222 juta selama periode tahun 2018.

“Saya apresiasi kepada para Kader JKN yg dapat menghimpun tunggakan secara persuasif dengan melakukan pendekatan serta dengan komunikasi yang baik dapat menjelaskan pentingnya bergotong royong dan manfaat yang besar yang didapat dari Program JKN-KIS ini,” terangnya.

Selain melalui Kader JKN, BPJS Kesehatan juga telah menerapkan sistem autodebet, mengingat sampai 1 Februari 2019 peserta JKN sendiri telah mencapai 217.549.455 jiwa. Tentunya apabila seluruh orang membayar secara manual akan menimbulkan effort lebih.

Seiring dengan makin meningkatnya jumlah Peserta JKN, walaupun sudah diwajibkan autodebet, kolektibilitas masih menjadi permasalahan. Nyatanya jumlah tunggakan iuran untuk wilayah Kota Semarang sendiri saja masih sekitar Rp 58 miliar dan Kabupaten Demak senilai Rp 20 miliar.
Menanggapi cukup besarnya jumlah tunggakan iuran peserta BPJS, pihaknya mengaku telah menghubungi yang bersangkutan melalui sambungan telepon oleh petugas BPJS Kesehatan dan kader JKN secara langsung dengan mendatangi rumahnya. (*)

editor : ricky fitriyanto