in ,

Jangan Lewatkan Gerhana Super Bloodmoon, 1 Jam 16 Menit Berwarna Merah

SEMARANG – Jangan lewatkan, fenomena langka dan unik berupa gerhana bulan total yang akan terjadi pada 31 Januari 2018 mendatang. Gerhana ini disebut Super Bloodmoon. Pada puncak gerhana, bulan akan berwarna merah selama satu jam 16 menit.
Tim Observasi Bulan (TOB) Pascarasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, bekerjasama dengan Tim Hisab Rukyat (THR) Menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), telah melakukan penghitungan mengenai fenomena gerhana Super Bloodmoon.

Para peneliti tersebut mengajak masyarakat Kota Semarang untuk salat gerhana, sekaligus melakukan pengamatan pada 31 Januari 2018 mendatang di halaman Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

“Nanti digelar salat gerhana dan pengamatan gerhana bulan total. Gerhana bulan kali ini merupakan fenomena langka dan unik, karena hanya terjadi dalam kurun 150 tahun satu kali,” kata Koordinator Asosiasi Dosen Falak Indonesia dan Koordinator Tim Hisab Rukyah menara Al-Husna Masjid Agung Jawa Tengah Dr. H. Ahmad Izzuddin, M.Ag, Minggu (7/1/2018).

Dijelaskanya, hasil penghitungan Tim Observasi Bulan (TOB) Pascasarjana UIN Walisongo Semarang dan Tim Hisab Rukyat Menara Al-Husna, gerhana bulan total ini akan dimulai sejak pukul 18:48:22 WIB. Puncak gerhana bulan total akan terjadi pada pukul 20:29:46 WIB. “Gerhana akan berakhir pada pukul 22:11:11 WIB,” katanya.

Pihaknya menyatakan telah memersiapkan secara matang untuk menyambut gerhana total tersebut. Saat ini, tim tersebut telah melakukan pantauan dan pengamatan rutin untuk memantau kondisi cuaca. Sehingga masyarakat bisa turut melakukan salat gerhana di Plaza Masjid Agung Jawa Tengah, sekaligus langsung melaksanakan pengamatan gerhana bulan total tersebut.

“Beberapa mahasiswa telah diterjunkan untuk memantau kondisi di lapangan menjelang peristiwa ini. Mengapa kami menggelar kegiatan ini, karena ini menjadi fenomena astronomi unik dan langka. Maka kami menyambutnya dengan totalitas dengan melaksanakan kegiatan ibadah ilmiah, yaitu dengan melaksanakan salat gerhana bulan dan pengamatan gerhana bulan di bawah payung electric masjid Agung Jawa Tengah,” katanya.

Ketua Dewan Pelaksana Pengelola Masjid Agung Jawa Tengah Dr. H. Noor Ahmad, MA menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengaku bangga MAJT dipilih sebagai pusat untuk melakukan pengamatan gerhana bulan total dan sholat sunnah gerhana. “Kami mengimbau kepada masyarakat muslim, khususnya di Jawa Tengah dapat turut serta mengikuti pengamatan gerhana bulan total, sekaligus melaksanakan sholat sunnah gerhana di bawah payung electric Masjid Agung Jawa Tengah. Ini merupakan kegiatan luar biasa yang tidak boleh dilewatkan,” katanya.

Pada 30 Januari 2018 pukul 16:56 WIB, bulan berada di Perigee dengan jarak 358.993 kilometer dari bumi. Ini merupakan jarak terdekat antara bulan dari bumi. Pada 29,5 jam berikutnya, yakni 31 Januari 2018 pukul 20:26 WIB, bulan berada dalam puncak fase purnama. Pada saat itu, bulan mengalami peristiwa gerhana total dengan mengakibatkan warna merah. Di Indonesia, gerhanan bulan total ini bisa diamati sejak awal, hingga gerhana langka tersebut berakhir. (abdul mughis)

Editor: Ismu Puruhito