SEMARANG (jatengtoday.com) – Operasional transportasi publik Trans Semarang mengalami penyesuaian rute di sejumlah koridor menyusul penutupan total Jalan Gombel Lama. Selain itu, beberapa halte juga dinonaktifkan sementara selama proyek berlangsung.
Penutupan jalan yang dimulai sejak 20 April 2026 tersebut dilakukan untuk mendukung proyek rekonstruksi jalan dan drainase yang diperkirakan memakan waktu hingga tujuh bulan.
Kepala Trans Semarang, Haris Setyo Yunanto, menjelaskan bahwa pengalihan rute dilakukan agar layanan tetap berjalan di tengah rekayasa lalu lintas di kawasan Gombel.
“Koridor 2 arah Terboyo dan Koridor 6 arah Unnes kini melewati jalur Gombel Baru sebagai dampak penutupan Jalan Gombel Lama,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Rute Dialihkan, Halte Ditutup Sementara
Selama proyek berlangsung, arus kendaraan dialihkan melalui Jalan Setiabudi atau jalur Gombel Baru yang kini difungsikan sebagai jalan dua arah selama 24 jam.
Seiring dengan perubahan tersebut, beberapa halte juga tidak melayani aktivitas naik turun penumpang. Halte Bukit Sari dan Halte Gombel Lama ditutup sementara hingga rekayasa lalu lintas berakhir.
Warga Diminta Sesuaikan Perjalanan
Pemerintah Kota Semarang bersama aparat kepolisian telah menerapkan rekayasa lalu lintas secara menyeluruh guna mengantisipasi kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.
Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan waktu perjalanan serta memilih jalur alternatif, terutama bagi warga Tembalang dan mahasiswa Universitas Diponegoro yang kini dapat memanfaatkan akses jalur baru menuju Jalan Dr. Wahidin.
Perubahan rute ini diharapkan tetap menjaga mobilitas warga di tengah proses perbaikan infrastruktur, sekaligus meminimalisir dampak kemacetan selama proyek berlangsung. (*)
