in

IMI Jateng Tidak Menolak MXGP 2019 di Semarang, Tapi….

SEMARANG (jatengtoday.com) – Ketua Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jateng, AKBP (Purn) Kadarusman menegaskan, tidak akan menandatangani rekomendasi gelaran MXGP 2019 di Kota Semarang. Pasalnya, laporan keuangan gelaran yang sama tahun lalu dengan nilai Rp 18 miliar, belum beres.

“LPJ dari PT ASI (Arena Sirkuit Internasional) masih belum beres, bagaimana bisa kalau LPJ event kemarin belum beres sudah mau bikin event lagi. Tapi saya tegaskan, kita tidak serta merta menolak MXGP di Semarang. Rekomendasi akan kita berikan kalau LPJ MXGP 2018 selesai dan kami terima,” tuturnya, Jumat (22/3/2019).

Dikatakan, laporan keuangan gelaran MXGP 2018 banyak yang janggal. Kejanggalan itu terlihat saat tim verifikasi internal IMI yang dibentuknya untuk memeriksa LPJ dari PT ASI.

Yang utama menurut Kadarusman, adalah transfer dana sebesar Rp.10 miliar yang diberikan kepada pihak pemberi lisensi internasional MXGP, tidak bisa di LPJ-kan dengan benar.

Lalu, lanjut Kadarusman, masih ada beberapa item yang dianggap tidak sesuai fakta. Misalnya pengadaan kontainer untuk kantor sementara di arena sirkuit.

“Di laporan ditulis ada 30 unit, dengan nilai Rp 20 juta untuk satu unit. Kenyataannya hanya ada 1 unit saja. Angkanya juga tidak masuk akal. Padahal kalau beli hanya Rp 25 juta,” tuturnya.

Memang, saat gelaran MXGP berlangsung, ada banyak kontainer di sekitar arena. Tapi itu milik masing-masing negara yang ikut pertandingan. “Setelah selesai, ya dibawa pulang sama mereka,” tuturnya.

Karena itu, dia meminta PT ASI memperbaiki SPJ tersebut. Tapi hingga saat ini, pihaknya belum menerima hasil perbaikan SPJ.

“Malah PT ASI minta laporannya ke Pemkot Semarang. Padahal dalam SK Wali Kota Semarang, SPJ yang dibuat PT ASI harus diserahkan kepada PP IMI Jateng sebagai penerima hibah,” paparnya.

Kadarusman juga menegaskan, bila event otomotif dilaksanakan di Jawa Tengah, maka harus mendapatkan rekomendasi dari Pengrprov IMI di daerah setempat. “Dasarnya Telegram Kapolri tahun 1998, dan sampai saat ini masih belum dicabut atau diperbarui. Jadi saya tegaskan aturan itu masih berlaku dan harus ditaati semua penyelenggara event otomotif,” tandasnya. (ajie mh)

Editor: Ismu Puruhito