in

Hasil PPDB SMA dan SMK Negeri di Jateng, 216.107 Siswa Resmi Diterima

Untuk yang tidak diterima di sekolah negeri bisa mengisi kekosongan di SMA/SMK swasta.

ilustrasi PPDB online 2022. (pixabay)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jateng tahun ajar 2022/2023 telah diiumkan, Senin (4/7/2022).

Hasil pengumuman PPDB tingkat SMA dan SMK di Jateng bisa dilihat di laman resmi ppdb.jatengprov.go.id.

Dari pengumuman tersebut, daya tampung SMA/SMK negeri di Jateng sebanyak 217.745 orang, terserap 216.107 peserta didik.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng Uswatun Hasanah menuturkan, jumlah pendaftar pada PPDB tahun ini mencapai 288.733 orang.

“Jumlah lulusan (SMP/MTS) mencapai 522.295 orang. Daya tampung SMA/SMK Negeri mencapai 217.745 orang, yang diterima 216.107 peserta didik atau 99,25 persen dari daya tampung,” ujarnya.

Dijelaskan, untuk yang tidak diterima di sekolah negeri bisa mengisi kekosongan di SMA/SMK swasta.

Tidak Ada PPDB Gelombang Kedua

Hal itu karena, tidak ada gelombang kedua PPDB Jateng atau mekanisme siswa cadangan pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ini.

“Pengumuman peserta lolos dilakukan pada 4 Juli 2022 paling lambat pukul 23.55. Setelah dinyatakan lolos pada PPDB 2022, calon siswa harus melakukan daftar ulang mulai 5-7 Juli dari pukul 08.00-15.30,” ungkapnya.

Uswatun mengatakan, pada PPDB 2022 tidak ada kendala berarti. Dari hasil evaluasi, beberapa pendaftar justru telah mampu melakukan pendaftaran online secara mandiri.

Dia juga menyebut, pada proses PPDB 2022 terbebas dari segala macam intervensi termasuk upaya titipan.

“PPDB tahun ini kita 100 persen online dan menjaga integritas. Data yang masuk berdasarkan fakta dan realita. Termasuk “surat cinta” kita junjung integritas kita pegang apa yang disampaikan pak gubernur, tidak titip-titipan. Kita tidak ingin anak yang berhak mendapatkan sekolah tergeser karena itu,” tandasnya. (*)

One Comment

  1. Sudah bagus prosesnya…hanya utk pemeriksaan kartu keluarga perlu dilihat lebih jauh dan mendalam karena banyak calon siswa yg menumpang di kartu keluarga orang lain yg tinggal di sekitar sekolahan. Jadi kalau hanya terdaftar minimal enam bulan tidak cukup. Tujuan baik tapi merugikan orang lain.