in

Hasil Kajian PMII Boyolali: Demokrasi Alami Kemunduran

Setidaknya ada enam hal yang menjadi tanda kemunduran demokrasi di Indonesia.

Aktivis PMII Boyolali berorasi menyampaikan kondisi demokrasi hari ini. (istimewa)
Aktivis PMII Boyolali berorasi menyampaikan kondisi demokrasi hari ini. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Ki Ageng Pengging Kabupaten Boyolali melakukan kajian. Organisasi tersebut menyimpulkan bahwa kualitas demokrasi mengalami kemunduran.

Hasil kajian mereka sampaikan dalam acara Aksi Refleksi dan nonton bareng debat calon wakil presiden pada Jumat (22/12/2023) malam.

Salah satu pengurus PMII di Boyolali, Muhamad Cahyo Adi mengatakan, setidaknya ada enam hal yang menjadi tanda kemunduran demokrasi di Indonesia.

Pertama, korupsi dan ketertutupan menjadi praktik meluas, sedangkan lembaga antikorupsi dilemahkan. Kedua, ancaman kebebasan berekspresi semakin terang-terangan, baik dari negara maupun masyarakat.

Ketiga, kebebasan berorganisasi cenderung mengalami regresi. Keempat, kebebasan dan independensi media semakin rentan karena terdampak adanya pemusatan kepemilikan dan intervensi kekuasaan.

Kelima, penegakan hukum nyaris tak pernah mengalami kemajuan. Keenam, macetnya regenerasi dan pembangunan kesadaran dalam situasi yang abu-abu.

Ketua PMII Komisariat Ki Ageng Pengging, Latiful A’la menyampaikan, organisasinya memliki visi yang sama untuk mewujudkan demokrasi yang jujur dan adil.

“Hari ini kami berkumpul di sini untuk menyampaikan aspirasi, keresahan, dan kekhawatiran akan nasib bangsa,” ungkapnya. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar