in

Hari Pertama SPMB 2026 Semarang, Posko Aduan Diserbu Wali Murid karena Kendala Data dan Pendaftaran

SEMARANG (jatengtoday.com)– Pelaksanaan hari pertama Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD) di Kota Semarang diwarnai tingginya antusiasme masyarakat. Sejak pagi, puluhan wali murid mendatangi Posko Aduan Terpadu yang dibuka Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang untuk menyelesaikan berbagai kendala yang muncul saat proses pendaftaran.

Sebagian besar masyarakat datang karena mengalami masalah teknis pada sistem pendaftaran online, mulai dari data peserta didik yang tidak terbaca, ketidaksesuaian data kependudukan, hingga pengurusan mutasi siswa dari luar daerah.

Kondisi tersebut membuat area pelayanan di Kantor Disdik Kota Semarang dipadati warga yang ingin mendapatkan bantuan langsung agar proses pendaftaran anak mereka dapat berjalan lancar.

Kendala Data Kependudukan Jadi Keluhan Terbanyak

Sekretaris Disdik Kota Semarang, Ali Sofyan, menjelaskan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 sepenuhnya menggunakan sistem daring sehingga keakuratan data menjadi faktor penting dalam proses pendaftaran.

Menurutnya, banyak kendala yang muncul hanya karena adanya perbedaan kecil pada data administrasi, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor Kartu Keluarga (KK).

Perbedaan satu angka atau satu huruf saja dapat menyebabkan sistem tidak mampu membaca data peserta didik sehingga proses pendaftaran terhambat.

“Sering kali masalahnya hanya karena ada perbedaan satu angka atau satu huruf. Namun hal itu membuat sistem tidak dapat membaca data peserta didik,” ujar Ali Sofyan.

Karena itu, para orang tua diminta memastikan seluruh data kependudukan yang digunakan sudah sesuai dengan data yang tercatat pada sistem administrasi kependudukan.

Disdik Bentuk Posko Aduan Terpadu

Untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang muncul selama proses pendaftaran, Disdik Kota Semarang membuka Posko Aduan Terpadu yang melibatkan sejumlah instansi terkait.

Tidak hanya petugas Disdik, layanan tersebut juga didukung oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) serta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Semarang.

Kolaborasi lintas instansi tersebut memungkinkan proses verifikasi dan perbaikan data dilakukan secara langsung di satu lokasi sehingga masyarakat tidak perlu berpindah-pindah kantor untuk mengurus dokumen yang bermasalah.

Menurut Ali, keberadaan posko terpadu menjadi solusi cepat bagi warga yang mengalami hambatan dalam pendaftaran online.

“Kami siap membantu masyarakat yang mengalami kendala. Posko aduan dibuka agar setiap persoalan dapat segera ditangani dan proses SPMB berjalan lancar,” katanya.

Banyak Pertanyaan Terkait Jalur Prestasi

Selain masalah data kependudukan, Disdik Kota Semarang juga menerima banyak pertanyaan mengenai jalur prestasi.

Beberapa calon peserta didik diketahui belum mengunggah sertifikat maupun dokumen pendukung ke aplikasi Sang Juara yang menjadi basis verifikasi prestasi dalam SPMB 2026.

Akibatnya, sejumlah prestasi yang dimiliki peserta tidak tercatat dalam sistem dan berpotensi memengaruhi peluang mereka saat proses seleksi berlangsung.

Disdik mengingatkan orang tua dan calon peserta didik untuk memeriksa kembali seluruh dokumen pendukung sebelum menyelesaikan proses pendaftaran.

SPMB 2026 Semarang Diharapkan Berjalan Lancar

Pemerintah Kota Semarang berharap keberadaan Posko Aduan Terpadu dapat membantu masyarakat menyelesaikan berbagai kendala administrasi maupun teknis selama proses penerimaan murid baru berlangsung.

Dengan layanan pendampingan yang lebih cepat dan terintegrasi, pelaksanaan SPMB 2026 diharapkan berjalan lebih tertib, transparan, dan memberikan kemudahan akses bagi seluruh calon peserta didik.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak menunda proses pendaftaran hingga batas akhir agar memiliki waktu yang cukup jika ditemukan kendala pada data maupun dokumen pendukung.

Melalui sistem yang semakin terintegrasi dan dukungan layanan terpadu, Pemkot Semarang optimistis pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lancar sekaligus memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.(*)