• KANTOR DAN REDAKSI
  • IKUT MENULIS
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Jateng Today

Search
  • Berita
    • Pendidikan
      • bsl.community
    • Ekonomi
      • олимп казино
    • Seni Budaya
      • Film
    • Gaya Hidup
      • 1win официальный сайт
    • Kesehatan
      • chicken road game
    • Teknologi
      • mostbet giriş
    • Kota
      • online kaszinó
    • Politik
    • Nasional
    • Olahraga
      • PSIS
    • Hukum
    • Kriminal
    • Otomotif
  • Opini
  • Feature
  • Indepth
  • Peristiwa
  • Kiriman Pembaca
  • Listicle
  • Profile
  • Infografis
  • Kota Lama
Menu

Jateng Today

Search
in Opini

Yang Terjadi Setelah Hapus Semua Content di Akun Facebook Saya

by Day Milovich 12 Februari 2022, 10:10 AM 10.9k Views

Facebook sudah habiskan USD10B untuk project “metaverse”. 10 milyar dollar Amerika. Mark sudah rancang ini, jauh sebelum ubah Facebook menjadi Meta. Facebook tidak lagi sekadar menulis status, chat, dan share content. Metaverse akan melangkah lebih jauh.

Saya tidak tutup akun. Hanya hapus semua content. Keputusan yang ternyata menghasilkan perubahan drastis dalam hidup saya. Tentu saja, ini sekadar cerita. Kamu tidak perlu menirunya, jika tidak berani.

Kalau pekerjaan kamu secara teknis masih membutuhkan Facebook, teruslah bermain Facebook. Kalau sudah terlanjur senang main Facebook, cerita tentang orang yang tidak lagi bermain Facebook, tidak akan mempan. Sebatas opini.

Keberanian saya memutuskan menghapus semua content di Facebook saya (kecuali 1 foto profil, 1 cover, quote di info “tentang saya”), bukan tidak berdasar.

Saya tidak lagi senang bermain Facebook. Tulisan ini hanya menceritakan, mengapa saya hapus content di akun Facebook saya.

Pekerjaan saya tidak lagi berhubungan-langsung dengan Facebook. Saya masih bisa berkomunikasi dengan orang-orang terpenting dalam hidup saya.

Coba tanyakan ke diri-sendiri, “Benarkah saya harus memakai Facebook demi pekerjaan saya?”.

Saya tidak mengajak meninggalkan Facebook. Saya tidak senang dengan zona-nyaman (comfort zone), apapun bentuknya. Berbahaya bagi mental saya.

Saya pernah menulis di catatan harian, “Ciri korban: merasa nyaman, terkena bystander effect (efek pengamat) yang cenderung tidak mau bertindak, dan tidak menyadari dirinya menjadi produk di tengah pemberian gratis. Selalu mau hiburan.”. Boleh saja orang menolak kriteria itu, namun coba kita refleksi, seberat apa kita menjadi korban, dengan ciri-ciri di atas? Anda bukan korban? Baiklah.

Yang terpenting, lebih banyak manfaat yang saya rasakan, ketika berhenti tidak membuka Facebook.

Perhatian saya berubah menjadi “fokus”. Scroll menjadi aktivitas lain. “Belum” menjadi “.. akhirnya, saya bisa.”.

Tidak bangun lalu buka Facebook. Saya terapkan hukum aksi-reaksi untuk menolak trigger (pemicu) berupa notifikasi Facebook. Saya matikan. Selain itu, saya matikan “service” Facebook di Android, saya restrict pemakaian data (WiFi, SIM 1, dan SIM2). Bahkan saya tidak bisa masuk ke Facebook setelah itu. Kalau trigger sudah dikenali dan reaksi kita sudah terbentuk, maka gangguan dianggap tidak lagi ada.

Saya pada tahap di mana sudah malas membicarakan alasan mengapa saya berhenti bermain Facebook. Bisa dibilang, tidak ada alasan lagi. Berhenti begitu saja.

Pernah hitung berapa lama kamu buka Facebook dalam sehari? Scroll, berhenti sebentar, membaca, melihat video, membuka inbox, berkomentar, dan berpikir-untuk menulis status?

Ini bisa kamu lihat dari durasi pemakaian per aplikasi di Android. Sehari, total di atas 4 jam, atau lebih?

“Bagaimana kalau waktu untuk buka Facebook, kamu ganti dengan belajar atau mengerjakan hal lain?”. Apa yang terjadi kemudian, ketika 4 jam itu saya tukar dengan hal lain, sungguh mengejutkan.

Total durasi yang bisa kamu pakai untuk mendalami keahlian tertentu. Bukan dengan melatih pikiran untuk immune (kebal), auto-reject (menolak secara otomatis), ketika berhadapan dengan tantangan sebenarnya.

Sebentar, mungkin ada yang mau bilang, “Itu kan tergantung cara kita pakai Facebook. Kalau tidak suka, lewati saja.”.

Benarkah? Anggap saja, jika benar, kita punya filter hebat, untuk menyaring content, memisahkan content menarik tak-menarik, namun manakah yang lebih efisien: berada di tempat yang kita inginkan dan penuh manfaat, ataukah di tempat di mana kita harus selalu menyaring terus-menerus? Filter mana yang lebih awet: yang sering dipakai untuk menyaring kotoran atau yang hanya bekerja sesekali di lingkungan “bersih”?

Waktu adalah segalanya. Kalau waktumu yang tidak tertukar itu, masih mau kamu pakai untuk ramah-tamah sosial dan indahnya berbagi, ya silakan.

Apa yang saya dapatkan setelah hapus semua content di Facebook dan tidak menulis status atau berkomentar lagi?

Yang saya dapatkan ketika tidak buka Facebook:

Tidak melihat selfie dengan caption nggak jelas.

Tidak perlu like, dislike, atau share sesuatu.

Tidak perlu membalas komentar.

Tidak beri perhatian 4 detik kali sekian puluh, ketika ada iklan dan content orang lain datang.

Tidak terlibat konflik personal-horizontal.

Tidak berkompromi dengan pemakaian kata-kata “sosial”, bebas memakai sarkas, dan bisa memakai technical terms.

Bisa menikmati moment, bukan membagikan foto kenangan atas moment itu.

Tidak melihat liburan orang-lain.

Tidak melihat orang lain membandingkan hidupnya dengan orang-lain.

Tidak melihat orang berpartisipasi menjadi seperti orang-lain. *) Kalau kamu bekerja terkait iklan Facebook, entah menarik traffic atau jualan product, saya tidak termasuk dalam demografi yang kamu targetkan.

Tidak mendengar orang lain berbicara tentang mantan mereka.

Merasakan tindakan saya dan menanggung akibat dari tindakan saya, tanpa filter media sosial.
Tidur nyenyak, bermimpi seperti masa kecil, dan memimpikan hal-hal yang nyata.

Saya bisa menulis 400 entri di catatan harian, dalam 3 bulan. Menulis artikel setiap hari untuk media online. Lebih banyak belajar dan menghargai apa yang saya capai, dalam dokumentasi yang rapi.

Dan tulisan ini tidak saya share di Facebook. [dm]

 

media sosial Facebookpengguna akun Facebookproduktivitasproduktivitas kerja

You May Also Like

  • in Berita

    Tingkatkan Produktivitas Pertanian, Sekda Jateng Dorong Petani Milenial Terus Berinovasi

    21 Agustus 2024, 7:43 PM

  • in Opini

    Pelajaran tentang Uang dari Orang-orang Kaya

    20 Oktober 2023, 10:10 AM

  • in Opini

    Kamu Bisa Memperlambat Waktu

    19 Oktober 2023, 10:10 AM

  • in Opini

    Fokus pada Energi, Jangan Fokus Mengelola Waktu

    14 Oktober 2022, 7:32 PM

  • ilustrasi vector putri mencium pangeran kodok
    in Opini

    Riset: Otak Manusia Dirancang untuk Egois

    14 Juli 2022, 3:48 PM

  • ilustrasi vector tomat pomodoro
    in Opini

    Teknik Pomodoro: Selesaikan Pekerjaan Lebih Banyak, dengan Tomat

    6 Juli 2022, 7:54 PM

Terbaru

  • in Ekonomi

    Bank Jateng Syariah Perkuat Sinergi Umat dan Ekonomi Syariah di Milad ke-18

    by Ajie MH. 29 Mei 2026, 3:37 PM

  • Sambut Idul Adha 1447 H, JNE dan TIKI Kurban 30 Ekor Sapi serta Bagikan Ribuan Besek Ramah Lingkungan

  • Meilankolia: Suara Semarang Rawat Ingatan 28 Tahun Tragedi Mei’98 melalui Seni Pertunjukan

  • Bank Jateng Dukung Asosiasi DPLK Dorong Industri DPLK yang Berintegritas, Modern, dan Inovatif

  • Sambut Idul Adha 1446 H, The Park Semarang Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Semarang Barat

  • Perang Obor Jepara, Tradisi yang Terus Menyala

Trending Now

  • in Ekonomi

    Bank Jateng Syariah Perkuat Sinergi Umat dan Ekonomi Syariah di Milad ke-18

    29 Mei 2026, 3:37 PM

  • in Ekonomi

    Sambut Idul Adha 1447 H, JNE dan TIKI Kurban 30 Ekor Sapi serta Bagikan Ribuan Besek Ramah Lingkungan

    28 Mei 2026, 11:26 AM

  • in Seni Budaya

    Meilankolia: Suara Semarang Rawat Ingatan 28 Tahun Tragedi Mei’98 melalui Seni Pertunjukan

    27 Mei 2026, 8:22 PM

  • in Ekonomi

    Bank Jateng Dukung Asosiasi DPLK Dorong Industri DPLK yang Berintegritas, Modern, dan Inovatif

    26 Mei 2026, 6:03 PM

  • in Berita

    Sambut Idul Adha 1446 H, The Park Semarang Salurkan Hewan Kurban untuk Warga Semarang Barat

    26 Mei 2026, 4:40 PM

  • in Seni Budaya

    Perang Obor Jepara, Tradisi yang Terus Menyala

    26 Mei 2026, 2:58 PM

logo jateng today
Diterbitkan oleh Cakra Media Jateng

Kantor, Redaksi: Kantor Jateng Today Jl. Branjangan No. 10 Tanjung Mas Kec. Semarang Utara Kota Semarang Jawa Tengah 50174
Telp: 024-8694252
email: redaksijatengtoday@gmail.com
Kontak Redaksi:+62 813-2620-1948
Direktur: Agus Suryo Winarto
Pemimpin Redaksi: Tri Wuryono
Redaksi: Abdul Mughiz, Ajie Mahendra, Baihaqi
Keuangan/Iklan: Dyah Maulida Utami
Webmaster dan Opini Pembaca: Day Milovich (088 200 3248 100)

© 2026 Jateng Today

  • KANTOR DAN REDAKSI
  • IKUT MENULIS
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Back to Top
Close
  • Berita
    • Pendidikan
      • bsl.community
    • Ekonomi
      • олимп казино
    • Seni Budaya
      • Film
    • Gaya Hidup
      • 1win официальный сайт
    • Kesehatan
      • chicken road game
    • Teknologi
      • mostbet giriş
    • Kota
      • online kaszinó
    • Politik
    • Nasional
    • Olahraga
      • PSIS
    • Hukum
    • Kriminal
    • Otomotif
  • Opini
  • Feature
  • Indepth
  • Peristiwa
  • Kiriman Pembaca
  • Listicle
  • Profile
  • Infografis
  • Kota Lama
  • KANTOR DAN REDAKSI
  • IKUT MENULIS
  • PEDOMAN MEDIA SIBER