in ,

Gusur 622 Rumah, Tapi Baru Tersedia 150 Kamar Rusunawa

SEMARANG – Rencana ‘penggusuran’ bangunan rumah liar yang sebentar lagi dilakukan oleh Pemkot Semarang, tidak diimbangi dengan persiapan matang. Pasalnya, data menyebut ada sebanyak 622 bangunan rumah yang akan dirobohkan, tapi hingga akhir Desember 2017 ini ternyata baru tersedia 150 kamar kosong di Rusunawa Kudu.

Jumlah ketersediaan kamar kosong tersebut masih jauh dari kebutuhan untuk menampung warga yang rumahnya bakal dirobohkan untuk kepentingan pembangunan normalisasi Banjir Kanal Timur tersebut.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Semarang, Muthohar, mengakui saat ini baru tersedia sebanyak 150 kamar kosong di Rusunawa Kudu. Sedangkan jumlah bangunan penghuni liar di bantaran Banjir Kanal Timur ada 622 unit.

“Ya, nanti bertahap. Yang jelas sekarang ada 150 kamar kosong,” kata Muthohar, Jumat (22/12/2017).

Dia menjelaskan, pihaknya akan menyelesaikan relokasi bagi penghuni liar di bantaran sungai BKT secara bertahap. Muthohar juga mengakui kebutuhan kamar Rununawa untuk menampung warga bantaran sungai Banjir Kanal Timur tersebut belum mencukupi. “Ya memang belum cukup, makanya bertahap,” katanya.

2018 mendatang, kata dia, pihaknya sedang membangun satu unit Rusunawa twinblok di Kudu. Selain itu, masih ada banyak kamar di Rusunawa Kudu yang ditinggalkan oleh penghuni lama. Pihaknya mengaku akan mengambil alih kamar-kamar yang ditinggalkan tersebut. “Pengambilalihan itu kan tidak bisa dilakukan secara singkat, perlu proses,” katanya.

Dia juga mengaku sudah melakukan action, karena saat ini sebagian warga ada yang sudah pindah ke Rusunawa Kudu yakni Kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo. “Ada 39 orang yang sudah mengambil kunci Rusunawa dan segera menempati,” katanya.

Mengenai jumlah 622 bangunan di bantaran Banjir Kanal Timur tersebut, masing-masing berada di Kelurahan Karang Tempel sebanyak 15 rumah, Kelurahan Rejosari sebanyak 28 rumah, Kelurahan Bugangan sebanyak 22 rumah, dan Kelurahan Mlatiharjo sebanyak 127 rumah.

Berikutnya Keluarahan Kemijen dan Tanjungmas 140 rumah, Pandean Lamper sebanyak 163 rumah, Kelurahan Sambirejo sebanyak 34 rumah, Kelurahan Sawahbesar 15 rumah, Kelurahan Kaligawe sebanyak 18 rumah, Keluarahan Tambakrejo 30 rumah, serta Terboyo Kulon 30 rumah.

“Jumlah 622 bangunan itupun bisa berkurang, sebab sebagian dari mereka ada yang memutuskan atau memilih pulang ke rumah sendiri bersama keluarganya,” katanya.

Jumlah 150 kamar kosong di Rusunawa Kudu, masih banyam kemungkinan akan bertambah. Karena banyak kamar kosong di Rusunawa Kudu akan segera diambilalih oleh Pemkot Semarang, karena ditinggalkan penghuni lama. “Kalau diundang tidak ada respons ya kami ambilalih,” katanya.

Mengenai jadwal perobohan rumah-rumah liar di Bantaran Sungai Banjir Kanal Timur, pihaknya mengaku masih menunggu koordinasi dengan pelaksana proyek. “Nanti kami akan menyesuaikan jadwal pelaksana pembangunan, mau dirobohkan kapan,” katanya. (Abdul Mughis)

Editor: Ismu Puruhito