in

Getol Dukung Pemberdayaan Perempuan, Supriyadi Raih Gender Champion

SEMARANG (jatengtoday.com) – Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi mendapat penghargaan ‘Gender Champion’ dari Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Penghargaan tersebut diberikan langsung Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi usai rapat koordinasi Bergerak Bersama Mendukung Kampung Tematik Hebat Melalui Sinergitas PKK dan CSR.

Penghargaan tersebut tidak lepas dari kiprah Supriyadi yang dinilai memiliki peranan penting dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya kaum perempuan melalui berbagai kegiatan. Baik berupa penyuluhan, pelatihan kerajinan, usaha kecil menengah, hingga pengelolaan koperasi di tingkat kelurahan se-Kota Semarang.

Supriyadi berterima kasih atas apresiasi yang diberikan Pemkot Semarang. “Saya sering diminta oleh sejumlah OPD di lingkungan Pemkot Semarang untuk memberikan motivasi pada pelatihan yang dilaksanakan oleh Pemkot. Saya kira itu kegiatan tepat untuk ekonomi warga, khususnya kaum perempuan,” katanya, Minggu (19/8/2018).

Melalui pelatihan- pelatihan, kata dia, diharapkan para peserta bisa mendapatkan pengetahuan dan keterampilan baru. Sehingga bisa membuka usaha sendiri. “Selain pelatihan keterampilan, para peserta juga dilatih pengelolaan usaha, mengelola keuangan perusahaan hingga memasarkan baik melalui pasar tradisional, pasar modern maupun online,” katanya.

Lebih lanjut, melalui pelatihan diharapkan muncul produk dari masyarakat yang memilki kualitas. Sehingga bisa dipasarkan ke luar daerah. “DPRD Kota Semarang akan terus memberi dukungan program pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan Kota Semarang semakin hebat dan sejahtera,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yakin dengan gerak bersama ini Semarang akan maju dengan cepat. Hal itu perlu mendapat dukungan semua pihak, tidak hanya pemerintah, pihak swasta dan masyarakat siap berpartisipasi membangun Kota Semarang.

“Jika hanya mengandalkan pemerintah saja, tentu Semarang tidak akan lebih baik dari kota lain. Melalui konsep bergerak bersama membuat sosialisasi kepada masyarakat. Kalau hanya masalah saluran mampet, tidak usah menunggu APBD, warga bisa melakukan kerjabakti,” ujarnya. (*)

editor : ricky fitriyanto