in

Gerakan Pangan Murah di Desa Keji Disambut Antusias Warga, 200 Paket Beras Ludes Sekejap

SALATIGA (jatengtoday.com) – Warga Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang menyambut antusias pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar oleh Pemerintah Desa Keji bekerja sama dengan Polres Semarang. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 200 paket beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ludes dalam waktu singkat.

Masyarakat yang ingin membeli beras dengan harga terjangkau diwajibkan memiliki kupon dari panitia dan harus mengantre. Setelah 200 paket awal habis, warga yang belum mendapat bagian tetap rela menunggu tambahan pasokan beras SPHP karena telah memegang kupon.

Salah satu warga, Siyami (48), mengaku bersyukur bisa memperoleh kupon pembelian beras. “Saat ini harga beras 5 kilogram mencapai Rp 75.000, di sini bisa membeli hanya Rp 57.500. Sangat meringankan,” ungkapnya. Ia pun memanfaatkan batas pembelian maksimal, yaitu dua paket atau 10 kilogram, untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama dua minggu ke depan.

Kepala Desa Keji, Siswanto, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat membantu masyarakat. “Terbukti animo warga sangat tinggi. Kuota awal hanya 200 paket, tetapi karena masih banyak warga yang belum kebagian, akhirnya kuota ditambah,” ujarnya.

Tak hanya GPM, Desa Keji juga menjalankan program ketahanan pangan melalui penanaman jagung di lingkungan pondok pesantren. Menurut Siswanto, lahan seluas 3.000 meter persegi telah ditanami jagung dengan melibatkan kelompok tani lokal.

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, menjelaskan bahwa program ketahanan pangan terus diperluas, termasuk pemanfaatan lahan milik PTPN di Kecamatan Bergas dan hutan sosial di Kecamatan Pringapus. “Di PTPN Ngobo, lahan tanam monokultur mencapai 10 hektare, sedangkan tumpangsari dua hektare. Di Pringapus, luas area tanam hampir 205 hektare, dan kita maksimalkan kembali dua hektare di Desa Candirejo,” jelasnya.

Melalui kolaborasi berbagai pihak, program ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata untuk menjaga ketahanan pangan dan membantu meringankan beban masyarakat di tengah tingginya harga bahan pokok. (*)