in ,

Gandeng Jepang, Ujicoba BRT Berbahan Bakar Gas

SEMARANG – Ada tiga program inovasi bidang energi yang segera dilakukan di Kota Semarang 2018 ini. Salah satunya adalah konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang dari solar ke gas.

Ini menjadi program inovasi bidang energi yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Toyama Jepang. Memorandum of Understanding (MoU) untuk program tersebut sebetulnya telah dilakukan akhir Desember 2017 lalu.

Tidak hanya itu, program lain yang masih serangkaian adalah pengembangan pembangkit listrik tenaga matahari (solar cell) untuk sekolah dan pengembangan pembangkit listrik tenaga air (PLTA-micro hidro) penghasil listrik untuk pemukiman warga Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, mengatakan ada beberapa tempat yang telah dilakukan survei. Untuk konversi solar ke gas, tim dari Toyama Jepang telah melakukan survei di BRT Trans Semarang. “Koridor I sebagai pilot project proses konversi bahan bakar dari solar ke gas. Untuk mesinnya nanti menggunakan teknologi dari PT Gasindo,” katanya.

Ada 25 BRT dilakukan upaya penggantian dari bahan bakar solar ke gas. Selanjutnya dilakukan riset dan analisis untuk mengetahui seberapa manfaatnya, apakah polusinya berkurang atau tidak, tenaga bus menurun atau tidak dan seterusnya. “Jika memang hasilnya bermanfaat, kita bisa bergeser ke bahan bakar gas. Selanjutnya dikembangkan ke Koridor II, Koridor III dan lain-lain. Harapannya manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” katanya.

Untuk pembanggunan pembangkit listrik tenaga matahari telah dilakukan survei di beberapa SD di Kota Semarang. “Membutuhkan lahan seluas 200 meter persegi guna membangun alat pembangkit listrik dari Mitsubishi,” terangnya.

Lebih lanjut, kata dia, ujicoba teknologi ini apabila berhasil, nantinya tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan di sekolah-sekolah lain di Kota Semarang. Sedangkan program pembangunan instalasi pembangkit listrik tenaga air, tim dari Toyama Jepang telah melakukan survei di Bendungan Gripik dan Bendungan Sumur Rejo, Gunungpati Kota Semarang.

“Ini sebagai penjajakan terkait penerapan pembangkit listrik micro-hidro,” imbuhnya.

Harapannya, kata Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, tenaga air ini menghasilkan listrik yang bisa dimanfaatkan oleh warga di sekitar lokasi. “Saya optimis, pengerjaan tiga program ini akan berjalan pada Agustus nanti,” katanya.(Abdul Mughis)