in

Rahasia 5 Jam “Free” untuk Hidup yang Kamu Impikan

Kamu salah arah, kalau menganggap sukses terjadi karena kerja keras, konsistensi, dan manajemen waktu.

JAM BEBAS. Setiap orang punya 5 jam "free" dalam sehari. Sukses tidak terjadi karena kerja keras, konsistensi, dan manajemen waktu. Bangun sistem kamu dari 5 jam bebas itu. (Image: DALL-E)

Tony, seorang pekerja kantoran, menjalani hari-harinya dengan rutinitas yang terstruktur namun padat. Setiap hari dimulai dengan 8 jam tidur, diikuti oleh 30 menit untuk persiapan dan sarapan. Komut ke kantor menghabiskan 1 jam, dan dia bekerja selama 8 jam. Selama istirahat makan siang, dia menghabiskan waktu sekitar 1 jam, termasuk nongkrong sebentar di warung kopi. Perjalanan pulang kembali memakan waktu 1 jam. Di rumah, Tony menghabiskan 2 jam untuk makan malam dan menonton TV, diikuti oleh 1 jam scrolling TikTok dan chatting di WhatsApp. Kemudian, dia sering menonton YouTube selama 1 jam. Sebelum tidur, ia kembali menghabiskan 1 jam lagi untuk membaca atau menonton TV. Jadwal ini menyisakan sedikit waktu bagi Tony untuk kegiatan pribadi atau pengembangan diri, menyoroti betapa mudahnya waktu berlalu dengan aktivitas yang cenderung pasif dan rutin.

Apa yang terjadi pada Tony, terlalu banyak orang mengalami rutinitas seperti itu.

Kita terbawa pada mitos, bahwa kerja keras, konsistensi, manajemen waktu, akan membawa kepada sukses. Salah besar. Kuncinya bukan itu. Kunci sukses ada pada “fokus energi”. Ke mana energi kamu mengarah, itulah kunci sukses. Tanpa sistem yang baik, kerja keras dan konsistensi tidak membawa perkembangan berarti.

Setelah menetapkan fokus energi, langkah selanjutnya adalah memastikan kita memiliki waktu yang cukup untuk mengerjakannya. Rata-rata, sebenarnya kita memiliki sekitar 5 jam waktu bebas setiap hari yang dapat dialokasikan untuk fokus energi ini.

Setiap orang punya 5 jam “free” untuk dirinya sendiri. Malam hari, sebelum tidur, coba tanyakan ke diri sendiri, “Apa yang saya lakukan, 5 jam sebelum tidur?”. Kapanpun kamu tidur, berapa lama atau sebentar kamu tidur, pikirkan 5 jam sebelum tidur. Separuh hari kamu (5 jam itu), dikurangi durasi tidur kamu, sangat menentukan kemajuan kamu hari ini. Dan besok. _Gunakan waktu ini untuk mengevaluasi dan merencanakan; ini adalah saat yang sempurna untuk introspeksi dan menetapkan tujuan untuk hari esok._

Arti 5 jam “free” sebelum tidur? Cara kamu mengakhiri hari (sebelum tidur). Progress kamu hari ini. Bagaimana kamu pulih. Fokus pikiran bawah-sadar kamu. Optimisme besok. Penguatan hubungan. Perbaikan hari ini. Putaran terakhir sebelum hari berakhir, yang sangat menentukan: Apa yang kamu lakukan sebelum tidur? Apa yang terjadi pada fokus energi kamu hari ini? Bagaimana “ending” hari kamu? Pastikan kamu di “silent mode” dan tidak aktifkan notifikasi dari orang lain, pada masa ini. _Periode ini adalah saat yang ideal untuk membaca atau meditasi, kegiatan yang menenangkan pikiran dan membantu transisi ke tidur yang nyenyak._ Jangan campur-adukkan wilayah kerja dan pribadi, ketika sedang mengakhiri hari kamu.

Jika ada hal-hal yang kamu sadari akan mengarah kepada negativitas, kenali pemicunya, agar mudah kamu cegah. Jika kamu tidak mau berurusan dengan orang yang tidak membuat waktumu berkualitas, kenali pemicunya. Jika pemicunya adalah berbicara tentang hal yang tidak penting yang biasanya berasal dari chat dari orang yang tidak penting, maka: jangan buka notifikasi chat dari orang yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan dan keluargamu. Biarkan saja. Kalau pemicu kamu kenali, hal negatif bisa kamu cegah. _Mengenali dan menghindari situasi negatif ini dapat meningkatkan kualitas istirahat malammu dan memungkinkanmu untuk memulai hari berikutnya dengan pikiran yang lebih jernih._

Aturan singkat: ketahui rencana kegagalan, agar bisa kamu cegah. Kalau sudah pasti gagal, jangan lakukan. Merencanakan hal positif lebih sering gagal karena kita terlalu percaya bahwa itu bisa kita lakukan dan baik. Ternyata nggak “work”.

Ketika kamu cemas, carilah kejelasan, apa yang membuatmu takut. Beri nama rasa takut itu, kalau perlu.Jadilah Joker, yang berkata, “Aku sudah menamai rasa takutku: Batman”.

Mencatat rasa takut atau kecemasanmu dalam jurnal dapat membantumu menghadapinya secara lebih objektif dan rasional.

Kalau “musuh” sudah jelas, maka kamu akan lebih mudah menentukan strategi dan taktik untuk mengalahkan musuh itu. Lebih baik kejelasan, sekalipun itu berupa ketakutan atau kegagalan, agar kamu bisa lakukan antisipasi, agar tidak gagal.

Kamu tidak perlu menyesal. Kamu tidak salah. Kesalahan terjadi ketika kamu berada di keadaan yang “tidak jelas”.

Kejelasan mengarah pada tindakan. Kamu tidak akan sekali-langsung-berhasil. Kamu boleh gagal. Kamu tidak perlu menjadi sempurna, karena sempurna tidak membuatmu bahagia. Membandingkan menjadi pencuri kebahagiaan. Bandingkan saja kamu yang sekarang, yang lebih baik, dengan kamu yang kemarin. Menjadi lebih baik dari dirimu yang kemarin, itu sudah bagus.

Keberhasilan tidak terletak pada kerja keras, motivasi, rencana, manajemen waktu, dan arus di sekitar kamu. Keberhasilan dimulai dari sistem yang bisa membuatmu lebih produktif.

Gunakan setidaknya 5 jam waktu kamu dalam sehari, untuk fokus energi. Terapkan sistem yang menurut kamu “work”, sampai kamu bisa andalkan sistem itu.

Ketahui bagian paling menakutkan dalam pekerjaan dan hidup kamu, hitung bagian mana yang bermasalah, sehingga bisa kamu selesaikan hambatan itu. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.