SOLO (jatengtoday.com) — Tim voli putri Jakarta Electric PLN kembali menelan kekalahan pada laga keempat babak Final Four Proliga 2026. Menghadapi juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro, JEP takluk dengan skor dramatis 2-3 (22-25, 22-25, 25-21, 25-18, 8-15) di GOR Sritex Arena, Minggu (12/4/2026).
Kekalahan ini membuat peluang Electric PLN untuk lolos ke grand final semakin berat, meski sempat memberikan perlawanan sengit hingga lima set.
Penampilan gemilang Kara Bajema menjadi sorotan utama. Ia sukses menjadi top skor bagi Electric PLN dengan torehan 32 poin. Namun kontribusinya belum mampu menghindarkan tim dari kekalahan.
Sementara itu, Neriman Ozsoy menambahkan 19 poin dan Ersandrina Devega menyumbang 15 poin.
Kekuatan Blok Jadi Kunci Kemenangan JPE
Di kubu lawan, Irina Voronkova tampil impresif dengan mencetak 28 poin, 4 di antaranya dari blok. Ia mendapat dukungan dari Wilma Salas yang menyumbang 20 poin serta Megawati Hangestri Pertiwi dengan 16 poin.
Permainan kedua tim sebenarnya cukup seimbang, namun keunggulan Pertamina Enduro dalam blok menjadi pembeda. JPE mencatatkan 16 poin dari blok, jauh mengungguli Electric PLN yang hanya mengoleksi 5 poin.
Kemenangan ini juga menjadi ajang revans bagi Pertamina Enduro setelah sebelumnya kalah dari Electric PLN di seri Surabaya.
Klasemen Memanas, JPE Kian Dekat ke Final
Hasil ini membuat Pertamina Enduro semakin kokoh dalam perburuan tiket grand final. Megawati dan kolega kini mengoleksi 9 poin dari tiga kemenangan dalam empat laga, sejajar dengan Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.

Sebaliknya, Electric PLN harus terpuruk dengan tiga kekalahan beruntun. Tim asuhan Chamnan Dokmai baru mengoleksi 3 poin, setara dengan Jakarta Popsivo Polwan.
Meski peluang belum sepenuhnya tertutup, jalan Electric PLN menuju grand final terbilang terjal. Mereka wajib menyapu bersih dua laga tersisa melawan Popsivo dan Gresik Phonska Plus pada seri penutup di Semarang.
Namun, nasib mereka juga sangat bergantung pada hasil pertandingan tim lain, sehingga peluang lolos kini tidak sepenuhnya berada di tangan sendiri. (*)
