in

Empat Gudang di Kota Lama Ini Diubah Jadi Galeri Industri Kreatif

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sebanyak empat gudang milik PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang terletak di belakang Gereja Blenduk, Kota Lama Semarang diubah menjadi Galeri Industri Kreatif.

“Sudah selesai dipugar. Tinggal mengisi interior, sesuai rencana selesai April 2019 ini,” kata Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, saat meninjau kesiapan gedung tersebut, Jumat (5/4/2019).

Dia berharap, gedung ini segera siap digunakan sembari menunggu proses revitalisasi Kota Lama secara keseluruhan rampung. “Semoga bisa diresmikan bersama,” kata Mbak Ita yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang.

Lebih lanjut, nantinya Galeri Industri Kreatif tersebut akan digunakan untuk menampung puluhan pelaku industri kecil menengah. Termasuk 36 pedagang barang antik. “Selain itu ada pengusaha fashion, logam, furnitur, dan kuliner,” katanya.

Ita juga menginginkan agar pedagang dikurasi terlebih dahulu. Tujuannya agar nantinya pedagang memiliki visi selaras dengan tujuan revitalisasi Kota Lama. “Penataan akan dilakukan sedemikian rupa agar memiliki daya jual yang menarik, tentunya tanpa meninggalkan khasanah tradisi,” katanya.

Keberadaan Galeri Industri Kreatif tersebut untuk mendukung kawasan Kota Lama sebagai aset Kota Semarang yang direncanakan untuk menjadi warisan dunia.

Saat ini, puluhan pedagang barang antik Paguyuban Pedagang Barang Seni (Padangrani) dan Komunitas Klithikan Antik Kota Lama (Kokakola) belum dipindah atau masih menempati tempat lama.

Ketua Paguyuban Pedagang Barang Seni (Padangrani) Kota Lama Semarang, Tri Lukito (47), mengaku siap pindah sesuai rencana pemerintah. Namun hingga saat ini pihaknya masih menunggu komando.

“Sebagai warga negara yang baik, kami akan mengikuti peraturan pemerintah. Lagi pula sejak awal tujuan kami mendirikan pasar seni, khususnya barang antik, adalah untuk mengangkat Kota Lama,” katanya.

Pihaknya mengaku bersepakat bersama pedagang yang lain untuk mengikuti apa yang direncanakan Pemkot Semarang. “Kami harus segera pindah karena memang mau direvitalisasi. Mengenai kapan akan pindah, kami masih menunggu instruksi Dinas Perdagangan Kota Semarang. Apabila telah ada kepastian waktu, kami segera melakukan koordinasi bersama rekan-rekan pedagang yang lain untuk segera pindah,” katanya.

Dikatakannya, lokasi baru yang nanti berada di dalam gedung sebenarnya memberatkan pedagang. Kalau ada pilihan untuk memilih, ia pribadi lebih memilih berkonsep outdoor. “Sebab, kalau di dalam gedung pengunjung cenderung berpikir dua kali untuk masuk. Berbeda kalau di luar, banyak pengunjung Kota Lama yang lewat,” katanya. (*)

editor : ricky fitriyanto