in

Dua Lampu Lalu Lintas di Jogjakarta Dicuri Orang, Baru Ketahuan saat Hendak Dicek

Tidak ada jejak yang ditinggalkan pencuri lampu lalu lintas.

Lampu lalu lintas di simpang Wirosaban Jogjakarta hilang. (instagram @dishubkotayogya)

JOGJAKARTA (jatengtoday.com) – Dua lampu lalu lintas atau lampu APILL di Jogjakarta hilang dicuri orang. Polisi akan melacak pencuri dari rekaman CCTV yang berada tidak jauh dari lokasi pencurian.

Lokasi lampu lalu lintas yang hilang berada di simpang empat Wirosaban di sisi selatan bagian kiri dan di sisi barat simpang empat Tungkak berupa warning light yang digunakan untuk memberikan peringatan kepada pengguna jalan agar berhati-hati.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogjakarta, Agus Arief memperkirakan, aksi pencurian ini diperkirakan terjadi dua haru yang lalu.

Hilangnya dua lampu lalu lintas ini diketahui saat petugas hendak melakukan pengecekan rutin

“Kami masih mencoba melakukan penyelidikan bagaimana oknum tidak bertanggung jawab ini mengambil peralatan-peralatan tersebut,” ucapnya, Minggu (9/1/2022).

Menurut Agus, di lokasi kejadian tidak ada jejak yang ditinggalkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab padahal untuk mengambil peralatan atau tiang lampu bukanlah pekerjaan yang mudah.

“Kami akan coba cek melalui CCTV ATCS untuk di simpang Wirosaban. Tetapi untuk di simpang empat Tungkak belum ada CCTV,” katanya.

Meski lampu lalu lintas di simpang Wirosaban hilang, tapi Agus menyebut tidak terlalu berpengaruh pada pengaturan arus kendaraan di simpang tersebut karena masih ada lampu lalu lintas di sisi lain yang berfungsi normal.

Segera Ganti Lampu yang Hilang

Dinas Perhubungan Kota Jogjakarta memastikan akan melakukan penggantian sesegera mungkin untuk lampu lalu lintas yang hilang sehingga pengaturan di simpang menjadi lebih optimal.

Atas kejadian tersebut, Agus berharap masyarakat untuk ikut memantau dan melaporkan apabila ada kejadian yang dinilai mencurigakan di jalan.

Laporan bisa disampaikan langsung ke Dishub Kota Jogjakarta dengan menghubungi nomor 0274-410002.

“Kami pastikan seluruh petugas yang melakukan tugas rutin di lapangan selalu mengenakan rompi perhubungan dan membawa tanda pengenal,” katanya.

Dinas Perhubungan Kota Jogjakarta juga akan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut dan proses hukum. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.