in

DPC Ferari Kota Semarang Gelar PKPA untuk Lahirkan Advokat Profesional dan Religius

Ketua DPC Ferari Kota Semarang, Hendra Wijaya usai memberi sambutan dalam acara PKPA angkatan ke-5 yang digelar secara daring. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Federasi Advokat Republik Indonesia (Ferari) DPC Kota Semarang bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Ngudi Waluyo menggelar pendidikan khusus profesi advokat (PKPA) angkatan ke-5.

Acara tersebut digelar secara daring yang berpusat di sekretariat Ferari Kota Semarang di Kedai Kopi “Law”, Jalan Seroja III Nomor 3 Semarang, 21–24 April 2022.

Ketua DPC Ferari Kota Semarang, Hendra Wijaya mengatakan, PKPA digelar dengan tujuan mencetak para advokat profesional dan religius yang benar-benar membantu para pencari keadilan.

“PKPA ini pintu masuk para lulusan sarjana hukum untuk menjadi advokat. Tapi yang paling utama adalah bagaimana menjadikan mereka sebagai advokat yang benar-benar memiliki keilmuan dan mental yang berani menegakkan keadilan, tidak hanya menyandang gelar advokat saja,” ujar Hendra.

PKPA kali ini diikuti hampir seratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan luar Jawa Tengah. Melihat antusias peserta, Ferari Kota Semarang akan mengadakan PKPA rutin tiap 3 bulan sekali.

“Kami berencana menggelar PKPA setahun 4 kali atau tiap 3 bulan sekali agar mencetak advokat advokat yang membanggakan,” ujarnya.

PKPA tersebut juga dihadiri Ketua Umum DPP Ferari, Dr Teguh Samudra. Adapun jumlah pematerinya sampai belasan orang yang terdiri dari berbagai latar belakang mulai dari dosen, praktisi, pengadilan, notaris, kepolisian, kejaksaan dan lainnya.

Terkait materi PKPA, katanya, tidak hanya teori dasar saja, tapi juga berkaitan dengan hukum acara dan litigasi yang menjadi materi wajib diikuti para peserta.

Juga terdapat materi non-litigasi seperti perancangan dan analisa kontrak, pendapat hukum (legal opinion) dan uji kepatutan dari segi hukum (legal due diligence), dan lainnya.

“Esensi PKPA ini yakni proses menjadi advokat. Karena itu bekerja sama dengan pihak institusi pendidikan yang memenuhi syarat sebagaimana diatur oleh UU Advokat,” imbuhnya. (*)

editor : tri wuryono

Baihaqi Annizar