SEMARANG (jatengtoday.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang melakukan perbaikan pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Pasar Bulu sebagai upaya meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Perbaikan dilakukan setelah ditemukan sejumlah bagian konstruksi yang mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas penggunaan fasilitas tersebut setiap hari.
JPO yang berada di kawasan Pasar Bulu merupakan salah satu sarana penyeberangan vital di Kota Semarang. Lokasinya yang berada di pusat aktivitas perdagangan membuat fasilitas ini menjadi jalur utama bagi pejalan kaki untuk menyeberang dengan aman di tengah padatnya arus lalu lintas kendaraan.
Karena tingginya mobilitas masyarakat, Dishub Kota Semarang menilai pemeliharaan berkala sangat penting agar kondisi JPO tetap layak dan aman digunakan.
Fokus Perbaikan pada Struktur dan Anak Tangga
Perbaikan dilakukan oleh tim teknis Dishub Kota Semarang dengan fokus pada bagian anak tangga yang mengalami kerusakan.
Pekerjaan meliputi penguatan struktur rangka, perbaikan sambungan konstruksi, serta penggantian sejumlah pijakan tangga menggunakan material baru yang lebih kuat dan tahan lama.
Selain itu, petugas juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi struktur JPO guna memastikan tidak ada kerusakan lain yang berpotensi membahayakan pengguna di masa mendatang.
Langkah tersebut merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin fasilitas publik yang dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk menjaga standar keselamatan infrastruktur transportasi perkotaan.
JPO Pasar Bulu Miliki Peran Vital
Staf Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Angga Sumanjaya, mengatakan keberadaan JPO Pasar Bulu sangat penting karena berada di salah satu kawasan dengan tingkat mobilitas tertinggi di Kota Semarang.
Aktivitas masyarakat yang keluar masuk area pasar setiap hari, ditambah tingginya volume kendaraan yang melintas, menjadikan JPO sebagai fasilitas yang berperan besar dalam mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
“Perbaikan ini kami lakukan untuk memastikan JPO dapat kembali digunakan dengan aman dan nyaman. Keselamatan pengguna jalan, terutama pejalan kaki, menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan pemeliharaan fasilitas publik,” ujarnya.
Menurut Angga, pemeliharaan infrastruktur seperti JPO tidak hanya dilakukan ketika terjadi kerusakan, tetapi juga menjadi langkah preventif untuk mencegah kerusakan yang lebih besar di kemudian hari.
Dishub Atur Lalu Lintas Selama Pengerjaan
Untuk menjaga keamanan selama proses perbaikan berlangsung, Dishub Kota Semarang turut melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Petugas ditempatkan di sejumlah titik untuk mengarahkan arus kendaraan sekaligus membantu masyarakat yang hendak melintas di sekitar area JPO.
Selain itu, Dishub juga memasang rambu dan tanda peringatan di sekitar lokasi pekerjaan guna menghindari potensi kecelakaan bagi pejalan kaki maupun pengendara.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan mematuhi arahan petugas selama proses perbaikan berlangsung.
Minta Maaf atas Ketidaknyamanan
Angga juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama pekerjaan berlangsung.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa perbaikan ini sangat penting dilakukan demi keselamatan pengguna fasilitas dalam jangka panjang.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses perbaikan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” jelasnya.
Komitmen Wujudkan Kota Ramah Pejalan Kaki
Dishub Kota Semarang memastikan pemeliharaan JPO dan berbagai fasilitas keselamatan pejalan kaki lainnya akan terus dilakukan secara berkala di berbagai wilayah kota.
Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam menghadirkan sistem transportasi perkotaan yang aman, nyaman, dan ramah bagi pejalan kaki.
Dengan selesainya proses perbaikan nanti, JPO Pasar Bulu diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan perdagangan tersebut sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas di sekitarnya. (*)
