in

Dinas Pendidikan Lakukan Seleksi Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Kabupaten

Dengan adanya pemilihan guru berprestasi menambah kualitas pendidikan menjadi lebih baik.

Kabid pembinaan guru dan tenaga kependidikan Endra Faturahman. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan (GTK) dilakukan dengan berbagai metode. Termasuk dengan melalui seleksi GTK berprestasi. Seleksi ini akan dilakukan untuk jenjang PAUD, TK, SD dan SMP.

Kabid pembinaan guru dan tenaga kependidikan, Endra Faturrahman mengatakan, seleksi akan dilakukan secara serentak. Melalui kegiatan ini akan dicari bibit-bibit unggul GTK berprestasi.

Ajang pemilihan ini sempat mandek atau vakum tidak dilakukan karena terdampak pandemi Covid-19. Bahkan, tidak hanya tingkat kabupaten saja. Namun, kevakuman sebelumnya juga terjadi untuk tingkat provinsi dan pusat. Selama dua tahun pandemi tidak ada juklak dan juknis dari kegiatan.

“Nah, sekarang kita mulai lagi untuk seleksi level kabupaten. Untuk ikut tingkat kabupaten ini, maka seleksi awal dilaksanakan di tingkat Korwil UPTD Dindikbud di tiap kecamatan,” katanya.

Menurutnya, seleksi GTK berprestasi ini dulu dikenal dengan nama pemilihan guru teladan. Sekarang disebut pemilihan guru berprestasi. Pesertanya tetap para guru yang menjadi motor penggerak dunia pendidikan.

Ketika guru terpilih sebagai guru berprestasi, maka para anak didiknya pun diharapkan akan termotivasi bisa ikut berprestasi mengikuti jejak gurunya yang juga berprestasi.

Endra menyampaikan, guru dan tenaga kependidikan yang terpilih dalam seleksi GTK berprestasi tersebut selanjutnya akan diikutkan dalam ajang pemilihan GTK berprestasi tingkat provinsi dan nasional pada tahun depan. Sebab, tahun ini untuk tingkat provinsi dan pusat masih vakum.

“Untuk yang ikut seleksi bisa seleksi di tingkat korwil atau kecamatan. Untuk jenjang Paud dan SD sudah ada seleksinya. Hasil dari seleksi ini kami himpun untuk seleksi tingkat kabupaten,” ujarnya.

Menurutnya, yang ikut seleksi adalah guru. Sedangkan, untuk tenaga kependidikannya adalah kepala sekolah. Guru PAUD, TK dan SD seleksinya berjenjang. Targetnya adalah memilih yang terbaik untuk GTK yang berprestasi tiap jenjang itu. Sedangkan, untuk jenjang kelompok bermain (KB) tidak ada seleksi.

Endra menambahkan, adanya pemilihan guru berprestasi menambah kualitas pendidikan menjadi lebih baik. “Outputnya adalah munculnya guru dan kepala sekolah yang berprestasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, pemilihan guru berprestasi adalah untuk mendorong motivasi, dedikasi, loyalitas dan profesionalisme guru dan kepala sekolah. Karena itu, pemilihan guru berprestasi diharapkan juga bisa berdampak positif bagi perkembangan dunia pendidikan di daerah.

Adapun, kriteria pemilihan guru berprestasi biasanya adalah soal ketaatan, kedisiplinan, tanggung jawab, kerjasama, penilaian dari proses pembelajaran, keaktifan guru di sekolah dan kejujuran.

Hal lain yang dinilai adalah aspek kinerja, kompetensi dan wawasan kependidikan guru. Kompetensi pedagogik menjadi salah satu komponen penilaian yang menentukan apakah guru mampu menjadi teladan atau tidak.

Adapun subkompetensi yang juga penting adalah apakah guru memahami peserta didik secara mendalam atau tidak. Guru mampu merancang pembelajaran atau tidak. Juga apakah guru bisa melaksanakan evaluasi pembelajaran atau tidak dan lain sebagainya.

“Jadi, banyak komponen penilaian dalam seleksi guru berprestasi. Hal-hal yang seperti itu adalah persoalan umum yang bisa menjadi penilaian,” ujarnya. (*)

Ajie MH.