in

Didakwa Korupsi Kredit BKK Ungaran, Sunardi Minta Dibebaskan

Kredit bermasalah pada BKK ini menimbulkan kerugian negara sekitar Rp900 juta.

Tim penasihat hukum terdakwa Sunardi (sisi kanan) sedang membacakan eksepsi kasus korupsi BKK Ungaran Cabang Tuntang. (baihaqi/jatengtoday.com)
Tim penasihat hukum terdakwa Sunardi (sisi kanan) sedang membacakan eksepsi kasus korupsi BKK Ungaran Cabang Tuntang. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Sunardi didakwa mengorupsi kredit PT BPR BKK Ungaran Cabang Tuntang. Namun, ia meminta dibebaskan dari segala dakwaan jaksa penuntut umum.

Penasihat hukum terdakwa Sunardi, Denny Saputra menganggap masalah kredit yang terjadi pada kliennya tidak masuk tindak pidana korupsi, melainkan lebih ke ranah perdata.

Sebab, katanya, utang piutang antara Sunardi selaku debitur dengan BKK Ungaran Cabang Tuntang didasari atas perjanjian kredit yang juga disertai dengan jaminan kredit.

“Harusnya perdata karena didasari adanya perjanjian. Jadi kami minta agar terdakwa dibebaskan dari segala dakwaan,” ujar Denny usai sidang eksepsi di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (18/3/2024).

Yogi Tri Wahyudi yang juga penasihat hukum terdakwa menambahkan, pihaknya telah berupaya mengurangi dampak dari kasus yang terjadi, di antaranya dengan mengembalikan Rp410 juta untuk menutup kerugian negara.

Dia pun kini meminta pengembalian aset terdakwa yang disita. Asert berupa dua sertifikat tanah dijadikan jaksa sebagai barang bukti kasus korupsi.

Menanggapi eksepsi terdakwa, jaksa penuntut umum bakal memberi jawaban secara tertulis pada sidang pekan depan.

Perlu diketahui, kasus korupsi kredit BKK Ungaran Cabang Tuntang turut menyeret Rey Abeth Nego selaku Kepala Seksi Pemasaran pada bank tersebut. Rey dituntut dalam berkas perkara terpisah.

Terdakwa Rey dan Sunardi dalam kurun waktu 2019–2021 bekerja sama dalam pelolosan kredit yang tidak sesuai peruntukannya. Kredit bermasalah itu menimbulkan kerugian negara sekitar Rp900 juta. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar