in

Dibantu Pacar, Napi Ini Kendalikan Peredaran Narkoba dari Penjara Selama 4 Tahun

Napi tersebut adalah JW. Pada 2014 silam ia ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) atas bukti kepemilikan sabu-sabu seberat 1 kilogram.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi (memegang mik) bersama Dirresnarkoba dan jajarannya saat ungkap kasus TPPU. (istimewa)


SEMARANG (jatengtoday.com) — Penjara ternyata tidak cukup membuat jera pelaku penyalahgunaan narkoba. Bahkan, ada narapidana yang justru mengendalikan peredaran narkoba dari bilik jeruji.

Napi tersebut adalah JW. Pada 2014 silam ia ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) atas bukti kepemilikan sabu-sabu seberat 1 kilogram dan menjalani hukuman dengan vonis 11 tahun penjara.

Meskipun begitu, sejak 2017 sampai 2021, JW dengan dibantu pacarnya mampu mengelabuhi petugas, mengendalikan peredaran narkoba di Jawa Tengah dari dalam lapas.

Terungkapnya kasus itu berawal dari tertangkapnya seseorang berinisial TW atas kepemilikan sabu-sabu. Dia diringkus tim Ditresnarkoba Polda Jateng di sebuah hotel di Karanganyar pada 22 Maret 2021.

“Hasil pengembangan, kepemilikan sabu itu diakui tersangka berasal atas perintah dari JW yang statusnya sebagai napi,” ujar Dirresnarkoba Polda Jateng, Kombes Pol Lutfi Martadian saat konferensi pers di kantornya, Rabu (29/12/2021).

Setelah itu, Ditresnarkoba Polda Jateng berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Jateng dan Kanwil BCA Jateng untuk mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU) tersangka JW yang diduga hasil penjualan narkoba.

Dari hasil penyelidikan terungkap adanya aliran dana mencurigakan dalam rekening yang dikuasai oleh tersangka JW dan F yang merupakan pacar dari JW.

Transfer Rekening

Dalam aksinya, dari dalam lapas JW menyuruh orang lain untuk membantu menjalankan bisnis narkoba untuk dijual lagi ke orang lain. Uang hasil penjualan kemudian ditransfer ke rekening BCA atas nama DN.

Diketahui rekening DN tersebut milik istri tersangka JW yang sudah meninggal tahun 2013, kemudian digunakan JW untuk menampung hasil penjualan sabu-sabu.

“Hasil pengembangan petugas mengarah pada peran F yang diduga menerima dan membelanjakan uang hasil tindak pidana narkotika dari JW,” ungkap Dirresnarkoba.

Tersangka F berhasil ditangkap di kediamannya di Sragen pada 4 November 2021. Dari hasil pemeriksaan terungkap bahwa dia berperan membantu memberikan rekening bank kepada JW yang selanjutnya digunakan untuk transaksi narkotika.

“Selama empat tahun (2017–2021), tersangka JW mengoperasionalkan uang tersebut bekerja sama dengan tersangka F, dengan cara mengelola beberapa rekening yang semuanya merupakan hasil kejahatan dan itu sudah diakui okeh tersangka,” terang Dirresnarkoba.

Selain mengamankan F, petugas juga mengamankan barang bukti uang tunai sebesar Rp1 miliar, 4 unit mobil, 3 sepeda motor, serta 1 unit rumah yang diduga sebagai hasil kejahatan. Total nilai barang bukti lebih dari Rp4 miliar.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menambahkan, pengungkapan ini merupakan hal yang luar biasa di mana tindak pidana narkoba merupakan perhatian utama pemerintah dan kepolisian.

“Mari kita bersama-sama memerangi narkoba, karena ini merupakan tindak pidana yang pemberantasannya memerlukan upaya bersama. Termasuk pengungkapan terkait pencucian uang,” terang Kapolda. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.