in

Demak Ditetapkan Jadi Kabupaten Open Defecation Free

Masyarakat menjadi paham arti pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan membudayakan di kehidupan sehari-hari.

Bupati Eisti'anah bersama jajaran Forkompimda serta Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Kurniawan Arifendi berfoto bersama para penerima penghargaan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 tahun 2022. (istimewa)

DEMAK (jatengtoday.com) – Kabupaten Demak disetujui sebagai Kabupaten Open Defecation Free (ODF). Penetapan oleh Tim Verifikasi Provinsi Jawa Tengah, sebagaimana Surat Penetapan Hasil Verifikasi Kabupaten/Kota Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS) Kabupaten Demak Tahun 2022 Nomor 027/5187/2022 tertanggal 28 Oktober 2022.

“Sejak dicanangkan 12 tahun lalu, baru saat ini tuntas di 14 kecamatan. Tertinggal memang. Tapi tidak ada kata terlambat, untuk menjadi kabupaten yang 100 persen  penduduknya sadar pentingnya tidak buang air besar di sembarang tempat. Terlebih karena ODF 100 persen merupakan ‘booster’ terwujudnya masyarakat sehat berkualitas,” kata Bupati Demak Eisti’anah, saat Upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58, beberapa waktu lalu.

Untuk mewujudkan kabupaten sehat harus ditunjang faktor lingkungan yang sehat pula. “Upaya tersebut sebagaimana program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang meliputi lima pilar, dan salah satu di antaranya adalah Stop  BABS atau ODF,” imbuh bupati, didampingi Plt Kepala Dinas Kesehatan Kurniawan Arifendi ST MH.

Maka itu lah penanganan ODF menjadi salah satu prioritas pembangunan bidang kesehatan. Sebab ODF merupakan salah satu indikator kabupaten sehat. Sehingga dibutuhkan komitment bersama lintas sektor untuk  menjaga keberlangsungannya.

Menurut Eisti’anah, ada hikmah dari pandemi covid-19. Masyarakat menjadi paham arti pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan membudayakan di kehidupan sehari-hari. Seperti rajin mencuci tangan dengan sabun setelah berkegiatan hingga memakai masker saat di ruang publik.

Sementara PHBS notabene bagian pendukung ODF, di samping meningkatkan akses jamban sehat. Sehingga terwujud Kabupaten STBM, seiring meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

Sedangkan mengenai HKN ke-58 tahun 2022 yang  mengusung tema ‘Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku’, bupati pun mengajak segenap masyarakat bangkit semangat dan optimis bergotong-royong menghadapi covid-19 agar Indonesia kembali bangkit dan sehat.

Krisis kesehatan akibat covid-19 belum pulih. Meski Indonesia termasuk lima  besar negara vaksinasi terbanyak di dunia, pada Oktober kasus covid-19   naik lagi. Bahkan empat dari dari lima  pasien yang meninggal dunia belum vaksinasi booster, dan lansia lebih banyak.

“Maka mari terus mengingatkan masyarakat untuk senantiasa patuh prokes dan melengkapi vaksinasi dengan booster untuk mencegah paparan covid-19 varian terbaru,” kata bupati.

Hadir pada upacara HKN ke-58 di halaman Setda Demak itu Wabup KH Ali Makhsun. Plt Sekda H Eko Pringgolaksito, Ketua DPRD Demak HS Fahrudin Bisri Slamet, Dandim Letkol Czi Pribadi Setyo Pratama, Waka Polres Kompol Johan, serta para pimpinan Puskesmas, RSUD Sunan Kalijaga dan RSUD Sultan Fatah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *