in

Charging Mobil Listrik Tercepat (Volvo dan XPeng Kalahkan Tesla)

Mampu 3x lebih cepat dibandingkan teknologi charging mobil listrik Tesla. Tahun depan, produksi massal. Peta pasar industri mobil listrik diprediksi akan berubah setelah Tesla kalah canggih.

Fast charging mobil listrik XPeng. (Image: XPeng)

Di balik ajakan mengurangi polusi dengan memakai mobil bertenaga listrik, jarang orang bahas seperti apa wajah pembangkit listrik. Mendengar “mobil listrik”, orang memikirkan perusahaan Tesla, Lucid, Rivian, dan Rimac. Tim pemasaran mereka pintar membuat mobil listrik mereka terkenal. Melampaui semua itu, Volvo. Ternyata, Volvo mengejar para raksasa industri mobil listrik dengan mengeluarkan mobil listrik baru yang speknya mantap.

Geely, perusahaan induk Volvo, mengumumkan bahwa mereka punya teknologi charging mobil listrik 600kW, yang akan diluncurkan tahun depan, di mana untuk pengisian daya 186,41 mil, hanya perlu waktu 5 menit.

Fast charging mobil listrik XPeng. (Image: XPeng)

XPeng, salah satu produsen EV (electric vehicle, kendaraan bertenaga listrik), pada 16 Agustus 2022, pamer teknologi charging: 480 kW untuk 200 km, hanya dalam waktu 5 menit.

Charging Tesla, 3x lebih lambat dibandingkan teknologi terbaru dari Volvo dan XPeng (Image: Riz Akhtar)

Sebagai perbandingan, menurut Tesla, charging tercepat Tesla pada 250kW atau untuk tenaga perjalanan 200 mil, butuh waktu 15 menit.

Ini berarti, Geely 3x lebih cepat daripada Tesla.

Geely menang dalam charging dan baterai baru mereka.

Memproduksi EV yang mampu isi daya super cepat baru berarti jika kita punya charger yang sama cepatnya. Kesulitan mengembangkan isi daya berkecepatan tinggi, terjadi karena masalah manajemen termal (panas), beban pasokan, dan keselamatan, belum lagi masalah dengan manufaktur dalam skala besar.

Geely mengatasi masalah ini dengan bekerja sama dengan perusahaan afiliasi bernama VERMT, yang bisa isi daya 3x lebih cepat daripada charger tercepat Tesla, serta siap produksi dalam skala besar. Teknologi VERMT ini tentu rahasia. Publik hanya tahu, mereka bisa, terbukti, dan siap produksi skala besar.

Menurut Riz Akhtar, dari the Driven, website yang menjadi rujukan para pecinta otomotif dunia, “EV punya masalah fast charging. Paket baterai butuh pendinginan untuk hentikan baterai dari panas berlebih. Kimia sel (baterai) harus dirancang agar tetap stabil selama isi daya besar. Jika tidak, life cycle baterai akan berkurang dengan cepat. Sebagian besar baterai yang memenuhi persyaratan ini, punya kepadatan energi rendah, artinya, EV akan memiliki daya tempuh sangat terbatas.”

Geely mengatasi masalah baterai ini, karena mereka pakai baterai CATL Qilin.

Will Lockett, jurnalis teknologi tinggi, pada 6 Juni 2022 memprediksi, Tesla akan kehilangan kesempatan di teknologi mobil listrik, karena bermasalah di baterai. Menurut Will, “Tesla memakai sel silinder baterai format besar dengan 4680 sel, tidak memakai rak sel prismatik seperti bilah.”.

Zeekr, perusahaan serumpun dengan Volvo, akan memakai teknologi CATL Qilin ini. Pada baterai CATL Qilin, baterai berbentuk prismatik, di mana baterai berada di dalam wadah bergerigi. Kepadatan energi lebih tinggi daripada sel silinder. Ini yang membuat Volvo dan Zeekr bisa menjangkau 600+ mil dengan sekali charge, 3x lebih cepat dibandingkan Tesla.

Jika baterai CATL Qilin yang dipakai Zeekr dan Volvo ini berhasil, maka akan menentukan harga, jangkauan, dan kualitas. Selain itu, peta industri EV juga akan berubah. [dm]

One Comment

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *