in

Cara Menaikkan Birahi Murai Batu Jantan dan Betina untuk Ternak dan Tips Penjodohan

Menaikkan birahi murai batu bisa dibilang kunci awal untuk memulai bisnis ternak. (ajie mahendra/jatengtoday.com)

jatengtoday.com – Ternak murai batu mulai dilirik karena punya potensi bisnis. Sebab, satu trotol murai batu jantan bisa dijual dengan harga lebih dari Rp 1 juta per ekor. Maklum, burung yang punya kicau merdu ini kerap jadi andalan untuk lomba di gantangan.

Meski begitu, beternak burung murai batu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu ketelatenan dan kesabaran agar bisa berhasil.

Selain itu, peternak perlu mengetahui bagaimana cara menaikkan birahi murai batu jatan dan betina agar mau berjodoh dan kemudian kawin.

Informasi mengenai cara menaikkan birahi murai batu sudah banyak dibahas di dunia maya. Entah di medsos seperti Facebook, atau melalui totorial video di Youtube.

Sebenarnya ada banyak cara menaikkan birahi murai batu. Dengan perawatan burung yang konsisten, murai batu bisa naik birahi dengan sendirinya.

Ciri-ciri Murai Batu Birahi

Sebelum memberikan perawatan cara menaikkan birahi murai batu, ada baiknya mengenali ciri-ciri murai batu sudah birahi.

Ciri-ciri yang paling mudah dikenali adalah gacor. Ya, burung murai batu yang sudah menemukan birahi, sudah bisa dipastikan akan gacor.

Burung murai batu jantan akan sering berbunyi ketika birahi. Tingkat sensitifitasnya pun tinggi. Jika ada suara burung lain, murai batu yang birahi akan langsung menyahut dengan kicauan.

Sementara untuk murai batu betina, ciri-ciri ketika naik birahi juga bisa dikenali dengan mudah. Salah satunya adalah unjal atau menyusun sarang.

Peternak memang perlu memberikan unjalan atau bahan untuk membuat sarang di kandang murai batu betina.

Murai batu betina yang sudah birahi, biasanya mulai memainkan unjalan. Jika sudah tersedia glodog di kandangnya, bahan membuat sarang tersebut akan dibawa ke dalam glodog untuk disusun hingga bulat.

Jika tidak menyediakan unjalan, biasanya peternak akan menggelar kertas koran sebagai alas sangar. Nantinya, kertas koran ini akan dipatuk-patuk murai batu betina hingga robek.

Cara Menaikkan Birahi Murai Batu

Setelah mengetahui ciri-ciri birahi, mulailah melakukan perawatan cara menaikkan birahi murai batu.

Untuk bisa menaikkan birahi murai batu, peternak tidak harus mengetahui karakter masing-masing burung murai batu.

Sebab pola rawatan untuk menaikkan birahi murai batu bisa digeneralisasi. Mari simak cara menaikkan birahi murai batu dan betina.

Cara menaikkan murai batu jantan dan betina tidak jauh berbeda. Bahkan perawatannya relatif sama. Tidak ada perbedaan antara jantan dan betina dalam menaikkan birahi.

  1. Hindari Pengembunan

Kita mulai perawatan dari pagi hari. Kesalahan yang sering terjadi ketika ingin menaikkan birahi murai batu adalah embun.

Mengembunkan burung murai batu di pagi hari saat udara masih dingin, justru membuat murai batu sudah menemukan birahi.

Sebaiknya, hindari pengembunan untuk burung murai batu yang sedang dalam perawatan menaikkan birahi. Lebih baik burung dikeluarkan atau mulai buka kerodong setelah matahari terbit ketika cuaca sudah lebih hangat.

  1. Mandi-Jemur atau Jemur-Mandi

Perawatan mandi dan jemur kerap menjadi perdebatan mengenai cara menaikkan birahi burung murai batu. Mandi dulu baru jemur, atau jemur dulu baru mandi.

Saat dalam tahap perawatan mendongkrak birahi murai batu, mandi bukan hal wajib. Justru banyak peternak yang memberi mandi murai batu untuk menaikkan birahi.

Sebab, mandi dipercaya justru menurunkan birahi murai batu. Apalagi jika cara mandinya dengan semprot, bukan mandi sendiri dengan dimasukkan ke dalam karamba.

Pemberian mandi untuk murai batu agar cepat menadapatkan birahi, sebaiknya dilakukan minimal semingu sekali. Waktu yang pas memandikan burung adalah pagi hari.

Mengenai penjemuran, murai batu perlu dijemur setiap hari agar cepat birahi. Waktu penjemuran sebaiknya dilakukan saat matahari tidak terlalu panas.

Jam penjemuran murai batu tidak ada patokannya karena setiap daerah punya tingkat intensitas panas yang berbeda.

Misalnya untuk daerah pesisir yang cuacanya relatif panas, bisa dijemur sekitar 60 menit. Sementara untuk daerah dataran tinggi yang cuacanya sejuk, penjemuran bisa dilakukan sampai 120 menit.

Penjemuran ini sangat penting untuk menaikkan murai batu jatan dan betina. Sebab, sinar matahari sangat dibutuhkan bagi burung untuk menaikkan hormon testosteron. Horomon digunakan untuk mendongkrak birahi kawin.

  1. Pemberian EF

Pemberian ekstra fooding atau EF juga bisa memengaruhi murai batu dalam mendapatkan birahi.

Ada banyak jenis EF untuk murai batu. Sebut saja jangkrik, ulat kandang, ulat hongkong, kroto, cacing dan lain sebagainya.

Banyak yang bilang, pemberian EF harus jor-joran agar murai batu cepat mendapatkan birahi.

Cara itu tidak sepenuhnya salah, tapi punya risiko. Pemberian EF yang berlebihan justru membuat burung murai batu berlemak. Padahal, burung berlemak justru sulit mendapatkan birahi.

Lantas, bagaimana porsi EF yang pas agar murai batu cepat birahi? Jawabannya, tergantung dari kondisi murai batu.

Pemberian EF untuk murai batu agar cepat birahi bisa disesuaikan dengan perawatan harian. Biasanya, peternak menaikkan porsi EF sedikit lebih banyak dari porsi harian.

Misalnya EF harian murai batu berupa jangkirik yang diberikan 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, dinaikkan dua kali lipat menjadi 10 ekor pagi dan 10 ekor sore.

Porsi EF juga bisa disesuaikan dengan postur burung dan luas-sempitnya sarang. Jika burung punya postur besar, sebaiknya berikan porsi EF yang lebih banyak dari burung yang punya posur lebih kecil.

Begitu juga dengan burung murai batu yang berada di dalam sangkar luas. Sangkar yang luas akan membuat burung lebih banyak bergerak. Praktis, butuh EF yang lebih banyak dari murai batu yang berada di sangar harian.

Selain itu, cara agar murai batu cepat birahi adalah dengan memberikan EF yang bervariasi.

Misalnya pagi diberi jangkrik, siang kroto, sore ulat kandang. Jika tidak punya banyak waktu untuk merawat murai batu, bisa saja berikan EF secara prasmanan.

Beragam EF diberikan sekaligus. Tapi yang perlu diingat, jangan diberikan secara berlebihan agar tidak berlemak.

Tips Menjodohkan Murai Batu

Setelah murai batu jantan dan betina sudah mendapatkan birahi, langkah selanjutnya adalah menjodohkan murai batu.

Berikut tips menjodohkan murai batu agar cepat kawin dan meminimalisir risiko terjadinya perkelahian atau yang sering disebut KDRT.

  1. Pastikan Murai Batu Sudah Birahi

Kunci kesuksesan penjodohan adalah memastikan burung murai batu jantan dan betina sudah sama-sama birahi.

Birahi ditandai dengan gacor bagi murai jantan, dan unjal bagi murai betina. Jika sudah dipastikan sama-sama birahi, burung murai batu bisa dipertemukan.

  1. Kenalkan dengan Tempel Sangakar

Jika murai batu dan betina sudah dipastikan sama-sama birahi, sebaiknya tidak langsung disatukan.

Kenalkan dahulu dengan menempelkan sangar murai batu jantan dan betina. Kemudian lihat reaksi kedua burung.

  1. Jantan Merayu dan Betina Ngleper

Perhatikan reaksi burung murai batu jantan dan betina ketika ditempelkan. Jika murai jantan tampak merayu dan betina sudah ngeleper, artinya burung sudah bisa disatukan.

Jantan yang merayu bisa dilihat dari cara berkicau. Biasanya, kicauan murai jantan saat merayu tidak terlalu keras. Bahkan cenderung seperti ngeriwik. Gesture tubuh murai jantan yang merayu pun punya ciri khas.

  1. Pantau Agar Tidak Saling Bantai

Jika murai jantan sudah merayu dan betina sudah ngeleper, satukan dalam kandang ternak.

Meski bisa dibilang murai batu sudah jodoh, sebaiknya tetap pantau gerak-gerik burung ketika di sangar ternak.

Burung murai batu yang kejar-kejaran di dalam sangar ternak saat kali pertama disatukan, mungkin sudah jadi hal lumrah.

Yang perlu diperhatikan, apakah jantan mengejar dengan emosi? Sementara betina yang dikejar apakah tampak ketakutan?

Jika murai betina dikejar-kejar hingga turun ke dasar kandang ternak, sebaiknya dipisah dahulu. Atau jika mau sabar, tunggu dan tetap dilihat, apakah murai batu betina diberikan kesematan makan oleh jantan.

Jika murai betina tetap leluasa mengambil makanan, berarti sudah aman untuk ditinggal.

Biasanya, murai batu jantan yang sudah mau dijodohkan ditandai dengan keluar-masuk glodog sambil ngoceh.

Itulah cara menaikkan birahu murai batu jantan dan betina dan tips menjodohkan agar mau kawin dan diternak. Semoga berhasil. (*)

One Comment