in

Cara Ganti Status di KTP Setelah Cerai Sangat Mudah, Asal Sudah Ditetapkan Secara Hukum

Ilustrasi - Mengubah status KTP setelah bercerai makin mudah. (pixabay)

KLATEN (jatengtoday.com) – Cara mengubah status kawin di KTP bagi pasangan cerai makin dipermudah. Pemerintah telah melakukan trobosan agar dokumen kependudukan bisa terus diupdate.

Seperti yang dilakukan Pemkab Klaten. Meski sudah punya layanan Tanduk Katah, Klaten kembali meluncurkan inovasi baru “Laradaku”, akronim dari Layanan Cerai Mendapatkan Dokumen Status Baru.

Dengan inovasi layanan tersebut, masyarakat kian mudah dalam mengurus dokumen kependudukan.

Laradaku diinisiasi Disdukcapil Klaten menggandeng Pengadilan Agama IB Klaten selaku institusi yang menaungi urusan perceraian.

Ketua Pengadilan Agama IB Klaten Tubagus Masrur mengatakan, lewat layanan ini masyarakat langsung mendapatkan dokumen perubahan status kependudukan setelah putusan perceraian ditetapkan secara hukum.

“Sehingga menjamin kesesuaian dokumen kependudukan yang berubah dengan putusan pengadilan. Meliputi hak asuh anak yang masuk dalam KK (kartu keluarga),” ungkapnya, Jumat (17/12/2021).

Berikut dokumen yang harus disiapkan untuk mengubah status di KTP setelah cerai:

  • eKTP dengan status perkawinan terbaru,
  • KK baru dengan penyesuaian putusan Pengadilan Agama
  • Akta cerai.

Plt Kepala Disdukcapil Klaten, Sri Winoto menyampaikan, Pemkab Klaten melalui Disdukcapil berusaha terus berinovasi untuk memberikan layanan mudah, tepat, dan cepat kepada masyarakat.

Laradaku hadir selain memberikan kemudahan bagi masyarakat, juga menjamin tertib adminitrasi kependudukan setiap ada perubahan status kependudukan.

“Sama seperti inovasi sebelumnya, Tanduk Katah, Laradaku juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang status kependudukannya berubah dalam mengurus perubahan dokumen kependudukan. Dengan layanan ini diharapkan masyarakat lebih tertib adminitrasi kependudukan,” katanya.

Hal-hal teknis untuk berjalannya Laradaku sudah disiapkan, mulai sisi regulasi maupun sumber daya pelaksana program pun terus dilatih.

“Termasuk di dalamnya adalah kesiapan Petugas dari dua lembaga terus kami latih. Koordinasi teknis masih terus kami jalin dengan petugas Pengadilan Agama Klaten,” paparnya.

Makin Mudah

Layanan tersebut mendapatkan apresiasi dari warga yang sedang menjalani proses perceraian.

Endang Trenaning (41) salah satunya, warga Desa Pasungan Kecamatan Ceper ini mengaku sangat terbantu dengan adanya program Laradaku.

Dia merasa dimudahkan karena tak perlu lagi mengurus dokumen kependudukan yang berubah setelah menjalani proses perceraian.

“Saya sangat terbantu karena tidak perlu lagi mengurus satu per satu dokumen kependudukan yang harus diubah. Begitu putusan cerai disampaikan, saya sudah mempunyai dokumen kependudukan baru,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.