in

Teknik Baca Cepat 1200 Kata Per Menit

Bisa kamu latih sendiri, sama sekali tidak berat. Saya berhasil pakai untuk baca 2 buku non fiksi per minggu dan 20 artikel setiap hari.

(Credit: cirodelia)

Kecepatan baca saya: 1100 wpm (word per minute). Dalam 1 menit, saya bisa baca 1100 kata, dalam bahasa Inggris. Untuk teks berbahasa Indonesia, sekitar 1300 wpm. Kecepatan ini selalu saya uji per minggu.

Tentu saja, hasil itu tidak terjadi dalam semalam. Saya punya teknik membaca cepat yang bisa kamu terapkan.

tabel tipe kecepatan baca
Tabel Tipe Kecepatan Baca (Credit: Speed Reading Test)

Scanning – Metode Membaca, dari 1 Detik per Kata ke 1 Detik per Baris

Kamu membaca buku secara terbalik, dari belakang ke depan? Sama. Saya juga lakukan itu, namun hanya pada buku ilmiah (non-fiksi).

Yang lama saya lihat itu daftar isi. Lihat daftar isi, sampai lama, dan mulailah dari belakang. Agar bisa tahu, apa “kesimpulan” buku ini.

Jika menantang, melawan pendapat lama, carilah bagaimana buku ini membuktikan hal tersebut.

Cari chapter yang mengatakan itu.

Buat highlight, tandai dengan background berwarna kuning ringan.

Singkatnya: Lihat daftar isi, buat pertanyaan, “Apa jawaban buku ini?”, kemudian cari chapter mana yang mengulas itu, kemudian tandai sebagai kutipan.

Kalau chapter ini bisa diringkas, bagaimana kamu akan meringkasnya?

Setiap paragraf, memiliki kalimat utama (yang memuat ide paragraf) di awal, akhir, atau awal dan akhir. Kebanyakan, di awal.

Ingat: jangan abaikan kalimat pertama di setiap paragraf.

Coba baca hanya kalimat awal setiap paragraf. Kalau kamu sudah bisa membayangkan terusannya, lewati dulu.

Kalau di dalamnya ada “frase” yang tidak boleh ditinggalkan, alias frase asli dari penulis, beri highlight. Pastikan kamu bisa jelaskan arti kata itu.

Hindari Kelelahan Ketika Baca di Android

Kamu tahu, bagaimana cara mengatasi kelelahan membaca buku di Android?
Jangan kelelahan akibat scroll. Coba lihat bedanya, membaca di kertas dan di smartphone. Membaca di kertas, mata yang bergerak. Membaca di smartphone, yang bikin lelah adalah, kamu menggerakkan jarimu, sehingga memaksa mata untuk mengikuti gerakan swipe (usap) dan scroll.

Anggaplah layar itu sebagai kertas. Buat semacam garis imajiner vertical di tengah layar, kemudian biarkan hanya mata kamu yang bergerak membaca. Kalau di komputer, gunakan tombol Page-Up dan Page-Down, gerakkan per halaman. Jangan scroll agar mata tidak lelah.

Atur agar background tidak berwarna “dark” atau “white”. Intinya, jangan pakai kontras warna tinggi. Gunakan background #fffef2 agar mata tidak lelah. Atau gunakan “Read Mode” di Android.

Kalimat Terpenting, Jangan Kata Per Kata

Itulah intinya membaca cepat (scanning). Baca semua sambil ingat yang terpenting. Abaikan yang tidak penting, agar pikiranmu tidak lelah.

Jika sangat terbiasa membaca, kamu akan membaca namun mengabaikan kata-kata biasa, yang klise, yang berupa pendahulan panjang, atau penjelasan yang tidak kamu cari. Kamu akan berhenti hanya pada istilah asing, kata yang diapit dalam tanda apostrof “seperti ini”, atau dengan style bold, italic, dan underline.

Baca semua, hanya ingat bagian atau kalimat yang paling penting. Tidak perlu ingat kata per kata, jika buku ini non-fiksi. *) Membaca fiksi memang lebih “lambat”.

Gunakan Sistem Zigzag

Mau latihan? Baca secara diagonal (miring), mata melihat dari ujung atas kanan, ke kiri. Pelan-pelan sekali. Jangan dari kiri ke kanan terus.

Atau dengan cara lain, sistem zigzag seperti ini:

ilustrasi teknik baca-cepat sistem diagonal
Sistem diagonal. Bayangkan garis imajiner berbentuk zigzag. Dan jangan sering gerakkan jari. (Credit: Miro)

Coba praktekkan dengan membaca ini:

penerapan teknik baca-cepat sistem diagonal
Contoh penereapan teknik baca-cepat dengan sistem zigzag. (Credit: Miro)

Berapa detik? Itu ada 158 kata. Coba pakai teks yang kamu suka, kemudian hitung hitung kecepatanmu. Awali dengan membaca artikel. Secepat apa kamu baca artikel.

Kalau sudah terlatih, kamu akan bisa membaca 1 detik 1 baris.

Ingat selalu, tinggalkan yang tidak perlu diingat, tandai hanya yang perlu kamu ingat.

Tentang membaca dan tetap mengingat isinya, baca ini:

Cara Membaca Buku dan Tetap Ingat Isinya
https://jatengtoday.com/cara-membaca-buku-tetap-ingat-isinya

Jangan membuat highlight sambil membaca. Itu sangat melelahkan. Misalnya, saya membaca suatu chapter, saya harus bertanya ke diri-sendiri, “Chapter ini menjelaskan apa? Mana penjelasan itu?”. Ini proses membaca scanning. Sangat cepat. Seperti membaca buku ketika mencari bahan untuk menulis makalah.

Hanya yang kita butuhkan yang kita tandai. Semua kita baca, tetapi kalau sudah ketemu, pada membaca-yang-kedua dari chapter ini, baru buat highlight.

Apa yang sudah kamu beri highlight, dapat kamu satukan menjadi ringkasan. Tersimpan rapi. Tentu saja, bisa kamu copy-paste atau share. Bahan yang bagus dan selalu berguna. Semua kamu lakukan langsung dari Android. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.