in

7 Cara Atasi Bosan dalam Bekerja

Banyak orang bilang, bekerja akan lebih enjoy kalau sesuai dengan passion. Benarkah demikian? Kenyataan, belum tentu. Coba sebut 1 passion yang kamu sukai, apakah kamu benar-benar ahli di bidang itu sekaligus passion itu menghasilkan uang? Yang terjadi, justru sebaliknya. Cal Newport berpendapat, lebih baik mendalami keahlian, maka passion akan datang mengikuti.

Passion tidak pernah ada dengan sendirinya. Passion tidak sama dengan kesukaan, tidak sama dengan hobi.

Passion dalam dunia kerja adalah gabungan antara keahlian, merawat serta memperbaiki dengan kebiasaan baik, serta lebih mengerti apa yang kamu dalami. Untuk mencapai passion, harus menggali keahlian. Dan ketika belum bisa, penyerta keadaan ini adalah: kebosanan, keraguan, ingin berpindah jalur, dst. Ketika seseorang belajar, belum menguasai bidangnya, sudah pasti yang ada: ragu, cemas, ingin ganti mainan seperti anak kecil.
Keadaan yang disebut kebosanan adalah bawaan ketika seseorang sedang bekerja, sedang mengikuti apa yang “harus” ia kerjakan. Tidak ada pekerjaan tanpa rasa bosan.

Bosan itu bagus, selagi dalam pencarian, mempertanyakan sesuatu, ingin mendapatkan keadaan yang lebih baik. Tanpa rasa bosan, atau selalu dalam keadaan menyenangkan dalam pekerjaan, tidak terjadi. Orang yang tidak pernah bosan justru orang yang tidak pernah mempertanyakan dan memperbaiki keadaan.

Saya mengalami kebosanan, hampir setiap hari, karena berpandangan bahwa bosan itu baik, jika tidak puas dengan kualitas yang sedang saya alami. Ingin lebih baik, merasa di sini “gini-gini aja”, justru bisa menjadi pemicu kreativitas.

Bagaimana mengatasi kebosanan saat bekerja?

Punya Tujuan Kecil untuk “Sekarang”

Pastikan kamu punya tujuan kecil untuk diselesaikan saat ini. Target hari ini, selesaikan hari ini. Kalau tujuan kecil tidak ditemukan, kamu akan kesulitan mengatasi gangguan, kesulitan menentukan prioritas. Contoh tujuan kecil: hari ini saya harus tahu bagaimana cara mengatasi “memori penyimpanan penuh”. Dengan menetapkan tujuan kecil, kamu memiliki “sesuatu” yang bisa dibawa pulang, alias pelajaran berharga.

Maju, Jangan Berputar-putar

Berhentilah berputar-putar. Jangan berputar-putar pada masalah yang sama dan berputar membahas masa lalu terus-menerus. Ini sering tidak disadari. Update versi dirimu dengan yang terbaru, tidak perlu downgrade ke versi lama. Ketika ada masalah, yang dibutuhkan orang bukanlah penjelasan, tetapi fokus pada apa masalahnya. Misalnya, ketika kekacauan datang dalam pekerjaan, tidak perlu mencari siapa yang “kemarin” bersalah membawa kekacauan, tetapi, tetapkan visi ke depan bahwa ini masalah bersama.

Abaikan Peraturan, Kalau Memang Harus

Apa yang disebut “peraturan” sering hanya berupa kumpulan #harapan (expectation) dari orang lain, tentang bagaimana sesuatu #harus diselesaikan.

Kalau kamu mendapatkan pesan: “lakukan dengan cara begini, hubungi orang ini,” bukan berarti harus dengan cara itu dan melibatkan orang itu. Kalau terlalu dipatuhi, pekerjaan bisa tidak selesai. Pahami apa maksud pesan itu. Tidak harus persis dengan instruksi dalam pesan itu. Bukankah yang penting target terpenuhi dan tidak ada efek samping negatif? Kalau peraturan melarang menari di atas meja, apa salahnya melakukan itu dalam 2-3 menit agar suasana pekerjaan lebih ceria?

Kenali Kendala

Kendala adalah salah satu #metode untuk kreatif. Tanpa kendala, orang tidak kreatif. Kalau sudah mengenal kendala dengan baik, berarti kamu bisa mengatasinya. Kendala bisa dituangkan menjadi pertanyaan. Kalau pertanyaan diformulasikan dengan baik, di dalamnya sudah tersimpan solusi.

Kendala mendorong orang untuk fokus. Kendala bisa menyemai kreativitas. Kendala membuat kamu terbiasa bekerja dalam tekanan dan enjoy bekerja dalam keadaan apapun.

Lakukan Peranmu dengan Baik

Kalau kamu pernah mengerjakan hal yang sama dengan yang kemarin, buatlah hari ini lebih baik. Target kamu bukan menjadi yang terbaik, tetapi menjadi lebih baik dibandingkan dirimu yang kemarin.

Kalau orang lain bisa mengerjakan hal sama, kerjakan dengan lebih baik.

Kerja tim itu seperti mengarungi sebuah kapal. Setiap orang mendapatkan peran. Kalau ada satu yang tak-berfungsi, tidak bisa dilempar ke laut begitu saja.

Perbaiki. Jangan terapkan hukuman jika itu tidak menyelesaikan masalah.

Dalam sebuah kerja tim, jika kamu bisa menyelesaikan tugas dengan baik, tidak akan sempurna jika temanmu melaporkan kegagalan.
Satu gagal, berpengaruh pada yang lain, pada bagian lain. Masalah kawanmu dalam 1 tim akan berimbas kepadamu. Jika tetap tidak #berfungsi dengan baik, ganti peran dia. Selesaikan tugas tim, bukan hanya selesaikan tugasmu.

Break, Teruskan Lagi

Beri jeda sejenak, kemudian lanjutkan. Menurut metode Pomodoro, “80% hasil terbaik pekerjaan, terjadi pada 20% waktu penyelesaian pertama”. Ini artinya, kalau ada pekerjaan yang kamu selesaikan dalam 100 menit, sebenarnya 80% hasilnya ada di 20 menit pertama. Agar kualitas pekerjaan bagus, lakukan break, kemudian lanjutkan.

Saya menuliskan tentang bagaimana menjadi lebih produktif di sini:

Bagaimana Menjadi Lebih Produktif (dalam Belajar dan Bekerja)

Dengan cara itu, semoga pekerjaan kamu selalu menyenangkan.

Selesaikan PR Kamu, Baru Bekerja Sama dengan Orang Lain

Kalau belum, kamu akan menjadi hambatan. Kalau belum, tidak ada orang yang akan mau kamu pengaruhi.

Tidak semua pekerjaan bisa diselesaikan sendiri, kadang perlu bantuan orang lain. Bekerja dengan orang lain berarti networking, membuat jaringan. Memulai petualangan. Bukan mencari masalah. Jangan bertualang jika pekerjaan rumahmu belum selesai.

Bekerja dengan orang lain bukan berarti membebankan pekerjaan kepada orang lain.

Salam manis untuk kawan-kawan kamu di kantor. Selamat bekerja dengan kebosanan. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.