in

Mengapa Kamu Perlu Membisniskan Nostalgia

Ketika kenangan masa lalu membawa ke jalan bisnis yang menguntungkan.

Kalau kita dengar radio, tonton video di YouTube, sampai buka web, kita sering temukan keinginan bernostalgia. Ada acara lagu nostalgia, kenangan “jaman dulu” (jadul), dan cerita tentang masa lalu. Yang ingin mereka tunjukkan adalah Indonesia kemarin, sejarah yang patut dikenang. Nostalgia masuk melalui buku, sejarah, fashion, sampai filter. Kita bisa menikmati nuansa retro dengan aplikasi, membuat efek video. Tren kekunoan tidak pernah usang.

Mengapa Orang Modern Suka Bernostalgia

Mengapa orang modern suka bernostalgia terhadap masa lampau? Alasannya termasuk merindukan keaslian, kerinduan akan masa kecil, reaksi terhadap perubahan sosial, pelarian dari kehidupan sehari-hari, dan mendambakan spiritualitas. Selain itu, nostalgia sering kali merupakan hasil interpretasi dan konstruksi bahasa, dengan penggunaan kata, narasi sejarah, simbolisme, dan ikonografi yang memainkan peran penting dalam membentuk pemahaman tentang masa lalu.

Gen Z yang terlahir setelah tahun 2000, bisa dibilang tidak punya konstruksi realitas bernama “nostalgia”.

Mereka terlahir ketika internet dan dunia digital, telah datang. Tidak zaman lagi kamera analog, karena sudah ada kamera digital. Media simpan lebih besar, media sosial datang, dan orang tua mereka punya “rekaman” dan “dokumentasi” tentang apa yang terjadi pada mereka. Gen Z lebih sulit membayangkan, seperti apa zaman kemarin.
Mereka kesulitan membayangkan telepon berkabel, wartel, orang berjalan kaki atau naik bis hanya untuk menikmati perjalanan, dst. Nostalgia mahasiswa tahun 1990-an sangat jauh dari bayangan Gen Z.

Yang pasti, orang modern punya sederet alasan, mengapa mereka suka bernostalgia.Nostalgia, identik dengan “kembali ke masa lampau”, mengenang, dekat dengan keantikan. Ada banyak alasan, mengapa orang-orang suka bernostalgia.

Ini dia alasan mengapa orang suka bernostalgia dengan masa lampau.

Merindukan Keaslian

Menurut Jean-Jacques Rousseau, orang percaya, zaman dulu memiliki kesederhanaan, ketulusan, dan asli, yang telah hilang sekarang. Jean Baudrillard, dalam Simulacra and Simulation, memiliki penjelasan hampir sama. Menurutnya, orang modern merindukan keaslian yang hilang dalam kehidupan modern. Masa kuno dianggap sebagai zaman yang “asli” atau “autentik” sebelum dominasi media massa dan reproduksi simbolik yang meluas.

Kerinduan akan Masa Kecil

Sigmund Freud dan Maurice Halbwachs berpendapat, nostalgia adalah upaya menghubungkan kembali dengan masa kecil, yang sederhana dan bebas dari tanggung jawab dewasa, penuh kenangan indah dan tanpa beban. Menurut Freud, nostalgia terhadap masa kuno mungkin muncul karena orang merindukan masa kecil yang dianggap lebih sederhana, bebas dari tanggung jawab dewasa. Halbwachs menganggap masa kecil sebagai masa yang penuh dengan kenangan indah dan tanpa beban, sehingga memunculkan keinginan untuk kembali ke masa itu.

Kehilangan dan Kerentanan

Nostalgia muncul sebagai reaksi terhadap perubahan sosial, ekonomi, atau politik yang menghasilkan rasa kehilangan dan kerentanan. Nostalgia mencari stabilitas dan kepastian, dengan romantisasi masa lalu.Frederic Jameson mengatakan bahwa : Nostalgia dapat muncul sebagai reaksi terhadap perubahan sosial, ekonomi, atau politik yang menghasilkan rasa kehilangan dan kerentanan dalam kehidupan modern.

Melarikan-Diri dari Kehidupan Sehari-hari

Kalau ada masalah, orang lebih suka piknik, menghilangkan beban sesaat, walaupun nanti kembali ke masalah. Orang yang tidak memiliki target serius ke depan, yang lebih banyak menjalani rutinitas membosankan, memilih untuk mendatangkan “gangguan” bernama hiburan. Lari dari kenyataan, paling enak memang bergeser ke realitas lain, yang dianggap lebih ideal (setidaknya untuk saat ini), seperti nostalgia ke masa lalu.

Keseharian yang monoton dan penuh tekanan, selalu terhubung, sehingga orang ingin mengingat kenangan yang lebih baik. Nostalgia menjadi bentuk pelarian dari kehidupan sehari-hari yang monoton atau penuh tekanan, dan memberikan kesempatan untuk mengalami kembali momen-momen yang menyenangkan atau mengingat kenangan yang lebih baik.

Mendambakan Spiritualitas dan Makna

Kita sering mendengar pernyataan tentang betapa utuhnya kearifan lokal di zaman kuno. Seolah-olah semua orang bersila, penuh kata-kata arif, bertindak bijak, di alam yang penuh kemurnian makna. Nostalgia menjadi jalan di mana agama dan spiritualitas memiliki peran yang dominan dalam masyarakat.Orang modern tidak ingin mengendalikan masa lalu, mereka hanya kecewa jika masa lalu tidak seperti yang mereka idamkan. Mereka merindukan makna dan tradisi yang lebih kuat dalam kehidupan modern yang cenderung kacau dan terfragmentasi.

Imajinasi tentang Keharmonisan antara Manusia dan Alam

Antitesis dari industrialisasi dan urbanisasi.Apalagi kalau kita menonton dari “simulasi realitas” bernama film. Betapa sejuk, betapa semua organic, dan hubungan manusia-alam begitu harmonis. Bukan zaman yang panas, penuh zat additif di makanan, polusi dari darat sampai laut, dst.

Sederhana, Stabil, dan Teratur

Zaman modern sering dianggap sebagai masa yang penuh dengan ketidakpastian dan perubahan yang cepat, sementara yang kuno diromantisasi sebagai masa yang lebih sederhana, stabil, dan teratur.

Daya Tarik Estetika dan Romantisme.

Arsitektur, seni, sastra, dan budaya zaman pertengahan menawarkan daya tarik estetika yang khas dan mungkin memikat bagi mereka yang mencari pengalaman yang berbeda dan memikat dalam konteks zaman sekarang. Orang memuja kuatnya piramida, candi, dianggap sebagai suatu karya tanpa-tanding. Padahal, piramida tidak terlalu simetris dan candi tidak sekokoh yang dibayangkan orang. Sangat banyak bangunan modern yang memiliki arsitektur jauh lebih indah dan kokoh, sekalipun tidak bisa dibandingkan secara paralel.

Idealisasi Kekuatan dan Keberanian.

Abad Kuno sering sering dianggap sebagai masa di mana nilai-nilai kepahlawanan, keberanian, dan kekuatan fisik dihargai lebih tinggi daripada dalam masyarakat modern yang dianggap lebih lemah dan terlalu tergantung pada kemajuan teknologi. Benarkah demikian? Tidak juga. Sekarang banyak pahlawan, seperti para ilmuwan yang berhasil melakukan rekayasa tanaman, kemajuan di bidang konstruksi, penemuan resep dan obat untuk mengatasi penyakit, dll.

Idealisasi Komunitas dan Solidaritas

Kesukaan bernostalgia bisa muncul dari anggapan bahwa masa itu dianggap memiliki rasa komunitas dan solidaritas yang kuat, yang dirasakan kurang ada dalam masyarakat modern yang individualistik dan terpisah. Ada benarnya, namun tidak sepenuhnya. Kalau yang kita baca adalah cerita-cerita kepahlawanan, gotong-royong, lokalitas ikatan keluarga, memang benar demikian, namun kita tidak bisa mengabaikan banyaknya pertikaian antaretnis, pertengkaran karena hal-hal sederhana. Jangan mengabaikan kekuatan hashtag dan narasi yang dimainkan di media sosial, ketika jutaan orang bisa bersinergi mendukung suatu gagasan. Komunitas dan solidaritas, di masa sekarang, lebih masif dan mudah dipantau. Solidaritas lebih mudah dilihat energinya.

Masih Ada Alasan Lain..

Keinginan akan Struktur Hierarkis yang Jelas. Yang diinginkan sebenarnya bukun struktur hirarkis yang kuat, namun mereka mendambakan ketertiban, kepastian, keamanan, yang banyak hilang di masa modern. Sebagian orang ingin

Ketertarikan pada seni, sastra, dan kebudayaan abad pertengahan. Orang modern seringkali tertarik pada seni, sastra, dan kebudayaan abad pertengahan karena menawarkan keindahan, simbolisme yang mendalam, dan kualitas klasik yang bertahan lama.

Keinginan akan Kebebasan dan Petualangan. Abad pertengahan sering diromantisasi sebagai masa petualangan dan kebebasan di mana seseorang dapat menjalani kehidupan yang lebih sederhana, memilih jalan hidup alternatif seperti menjadi ksatria, penjelajah, atau pelaut.

Ketertarikan pada Arsitektur dan Warisan Sejarah. Bangunan dan kota-kota abad pertengahan sering memancarkan keindahan arsitektur yang megah dan memikat, dan orang modern merasa terpesona dan terpikat oleh warisan sejarah yang dimiliki zaman tersebut.

Daya Tarik Terhadap Mitos dan Legenda. Abad pertengahan sering dihubungkan dengan mitos dan legenda yang menarik seperti Raja Arthur, ksatria yang berjuang, atau makhluk fantasi seperti naga dan peri, yang memicu daya tarik dan imajinasi orang modern.

Nostalgia sebagai Produk Interpretasi dan Konstruksi Bahasa

Nostalgia terhadap abad pertengahan mungkin juga muncul sebagai reaksi terhadap ketidakpuasan terhadap kondisi modern dan perubahan yang terjadi, sehingga orang mencari alternatif dalam masa lalu yang diromantisasi.

Nostalgia merupakan produk interpretasi dan konstruksi bahasa.Menurut Derrida, Abad Pertengahan dipahami sebagai produk interpretasi dan konstruksi bahasa karena bahasa memainkan peran kunci dalam membentuk pemahaman kita tentang masa lalu.

Berikut adalah tiga contoh yang menjelaskan bagaimana nostalgia bisa dikatakan sebagai produk interpretasi dan konstruksi bahasa:

Penamaan dan Deskripsi

Bahasa memiliki kemampuan untuk memberikan nama pada konsep dan menggambarkannya melalui kata-kata.
Dalam konteks nostalgia terhadap abad pertengahan, bahasa digunakan untuk memberikan label dan deskripsi pada masa lalu yang diidamkan. Misalnya, kata-kata seperti “zaman keemasan,” “masa romantis,” atau “kemegahan kuno” digunakan untuk mendeskripsikan abad pertengahan. Nama-nama ini tidak hanya merefleksikan pengertian kita tentang abad pertengahan, tetapi juga mencerminkan interpretasi dan konstruksi bahasa yang melibatkan asosiasi, nilai-nilai, dan konotasi tertentu.

Narasi Sejarah

Bahasa digunakan untuk membentuk narasi sejarah dan memperkenalkan versi tertentu tentang abad pertengahan.
Interpretasi sejarah yang berbeda dapat mengarah pada pandangan nostalgia yang berbeda-beda terhadap masa lalu. Misalnya, ada narasi yang menekankan keberhasilan dan kemegahan abad pertengahan, sementara narasi lain mungkin lebih fokus pada kegelapan, ketidakadilan, atau ketakutan yang terkait dengan periode tersebut. Narasi sejarah ini melibatkan konstruksi bahasa yang mempengaruhi cara kita memahami dan merasakan masa lalu.

Simbolisme dan Ikonografi

Bahasa dan simbol-simbol yang terkait dengannya berperan penting dalam konstruksi nostalgia terhadap abad pertengahan.

Simbol-simbol seperti kastil, pedang, salib, atau bunga mawar merah muda seringkali dikaitkan dengan masa lalu yang diromantisasi. Bahasa memungkinkan kita untuk memberikan makna dan signifikansi pada simbol-simbol ini, yang pada gilirannya mempengaruhi cara kita melihat abad pertengahan dan merasakan nostalgia terhadapnya. Interpretasi simbol-simbol ini melibatkan konstruksi bahasa dan pengaruh kekuatan simbol dalam membentuk pemahaman kita tentang masa lalu.

Kekuatan dan struktur simbol yang dimaksudkan dalam konteks nostalgia terhadap abad pertengahan adalah tentang pengaruh simbol-simbol dan tanda-tanda dalam membentuk pengertian dan perasaan kita terhadap masa lalu. Simbol dan tanda-tanda tertentu yang terkait dengan abad pertengahan, baik dalam bentuk kata-kata, gambar, atau objek, memiliki daya tarik dan kekuatan emosional yang mempengaruhi cara kita memandang dan merasakan masa lalu.

Bisnis Nostalgia Selamanya Disukai Orang

Hanya untuk menyebut beberapa yang ngehit dan terus bertahan sampai sekarang:

Mobil klasik. Fashion retro. Wisata sejarah. Toko barang antik. Studio rekaman klasik. Cinema drive-in. Toko vinyl dan piringan hitam. Festival musik retro. Perhiasan vintage. Penyewaan kostum dan aksesoris retro. Makanan klasik dan kafe retro. Penyedia layanan fotografi dengan gaya klasik. Pusat perbelanjaan tema vintage. Merek peralatan rumah tangga klasik. Klub dansa dengan musik era lama. Studio fotografi polaroid. Toko buku antik. Teater panggung bersejarah. Perusahaan produksi film retro. Sewa kendaraan klasik untuk pernikahan. Salon rambut dan gaya retro. Pusat perbelanjaan barang koleksi vintage. Workshop kerajinan tangan dengan sentuhan retro. Pusat koleksi mainan dan game vintage. Toko permen dan permen klasik. Penyedia jasa pesta tema vintage. Studio seni dengan gaya seni klasik. Restoran diner ala tahun 50-an. Toko alat musik antik. Layanan pemotretan keluarga dengan konsep keluarga lama. Pusat perbelanjaan kostum untuk pesta kostum. Perusahaan desain interior dengan sentuhan era lama. Toko barang-barang eksklusif dengan sejarah. Perusahaan perjalanan yang menawarkan tur bersejarah. Galeri seni dengan koleksi seniman klasik. Layanan penyewaan perabotan kuno. Restoran keluarga dengan nuansa era lama. Toko peralatan elektronik kuno. Toko peralatan dapur antik. . Semua bisnis ini menawarkan beragam produk dan pengalaman yang memungkinkan pelanggan untuk menghidupkan kembali kenangan masa lalu dan merasakan nuansa nostalgia. Komunitas buku dan sastra klasik. Penerbitan buku-buku sejarah. Acara radio lagu-lagu nostalgia. Perbincangan kejadian sejarah yang mengundang kontroversi.

Potensi Pasar yang Besar

Dalam bisnis nostalgia, terdapat potensi pasar yang sangat besar yang didukung oleh data statistik yang menunjukkan bahwa minat dalam nostalgia terus meningkat. Semakin banyak orang mencari kenangan masa lalu, semakin besar pasar potensial yang dapat diakses. Bisnis nostalgia memiliki kemampuan untuk mencakup berbagai produk seperti barang antik, mode retro, perangkat keras kuno, dan banyak lagi. Dengan berbagai produk ini, bisnis ini dapat menjangkau beragam pelanggan dari segala usia. Selain itu, pertumbuhan digital dan perkembangan media sosial memungkinkan akses yang lebih mudah ke konten nostalgia, membuka peluang di dunia maya.

Mengatasi Kehilangan dan Kesenangan

Nostalgia juga memiliki dimensi emosional yang kuat. Bisnis nostalgia membantu orang mengatasi rasa kehilangan akan masa lalu yang dianggap lebih baik. Ini memberikan cara bagi pelanggan untuk merasa lebih dekat dengan kenangan-kenangan tersebut. Selain itu, beberapa pelanggan mungkin mencari kesenangan murni dalam mengingat kembali masa lalu yang indah, dan bisnis nostalgia memungkinkan mereka untuk merasakannya kembali.

Daya Tarik Pada Segmen Demografis yang Luas

Bisnis nostalgia tidak terbatas pada satu generasi tertentu. Semua kelompok usia dapat merasa tertarik untuk bernostalgia dengan hal-hal dari masa lalu mereka. Dengan demikian, bisnis nostalgia dapat menargetkan segmen demografis yang luas. Bahkan Gen Z, yang tumbuh dalam era digital, memiliki minat dalam nostalgia, menciptakan potensi untuk menarik pelanggan dari berbagai kelompok usia.

Keinginan untuk Mengalami Kembali Momen Bahagia

Nostalgia memberikan peluang bagi orang untuk mengalami kembali momen-momen bahagia dalam hidup mereka. Bisnis nostalgia membantu mereka merasa lebih bahagia dan memungkinkan pembentukan hubungan emosional yang kuat antara pelanggan dan produk atau merek.

Potensi Bisnis Jangka Panjang

Salah satu aspek yang membuat bisnis nostalgia menarik adalah potensi bisnis jangka panjang yang kuat. Nostalgia adalah tren yang cenderung bertahan lama, dan bisnis nostalgia dapat beradaptasi dengan berbagai tren dan perubahan. Dengan inovasi produk yang berkelanjutan, bisnis ini memiliki daya tahan yang luar biasa.

Rasa Aman dan Keamanan

Di dunia yang serba berubah, nostalgia memberikan rasa keamanan dan stabilitas. Bisnis nostalgia membantu orang merasa lebih aman dalam merayakan kenangan masa lalu. Selain itu, nostalgia juga dapat membangkitkan hubungan sosial yang kuat, karena orang sering berbagi kenangan bersama. Bisnis nostalgia dapat memfasilitasi pembentukan hubungan sosial ini.

Nostalgia bukan sekadar pilihan. Ini ceruk bisnis yang menjanjikan, tinggal bagaimana mengelola “nostalgia” untuk mendatangkan uang. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.