in

7 Cara Menghasilkan Ide Bisnis Baru

Hanya ide yang tepat, yang bisa dijalankan, dan terbukti menjadi bisnis. Bisa mulai dari “tanpa” ide.

 

Tulisan ini bukan tentang mencari “apa” bisnisnya, melainkan menemukan “cara mencari” apa bisnisnya.

Ada 7 cara menghasilkan ide bisnis, yang “work” dalam kehidupan nyata.

Metode Rip, Pivot, dan Jam

RIP. Kamu melihat bisnis orang lain, yang sukses. PIVOT. Kamu terapkan pada industri baru atau poros. JAM. Sibuk mendapatkan pelanggan.

Misalnya, ada Bisnis X yang memberikan fasilitas bonus “hosting unlimited”, kamu buat Bisnis Y (baru) yang memberikan fasilitas sama. Contoh lain, ada Bisnis X berisi tour wisata keliling kota. Kita buat Bisnis Y berisi tour wisata keliling kota dengan naik sepeda.

Metode Sniper

Sniper mentarget sasaran secara khusus. Sniper bukan meriam. Sniper menentukan tujuan secara pasti. Amazon adalah meriam, sedangkan KaosPosmo adalah sniper yang mentarget komunitas yang ingin membuat kaos dengan desain sendiri, dengan printing dtg yang 4 kali lebih bagus dibandingkan sablon biasa. Pemasaran sniper harus tertarget, lebih khusus. Fokus pada permainan kata, hasil pencarian akurat, negosiasi, penawaran eksklusif, dan relevan bagi konsumen.

Metode Sekop Penggali Emas

“Ketika orang ingin mendapatkan emas, jual skop penggali emas,” Sam Brannan, jutawan pertama California yang membawa emas ke San Francisco. Brannan melakukan cara “curang”. Dia membeli semua skop, kemudian menjual-kembali kepada para pencari emas, dengan harga lebih tinggi.

Skop adalah layanan pendukung. Trainer. Customer Service. Scanner. Konsultan. Jasa SEO. Riset.

Contoh yang paling sering lagi, ketika semua orang ingin ngehit di medsos, kamu menyediakan jasa marketing. Ketika semua orang ingin kaya, kamu menjual pelatihan digital leadership melalui zoom. Singkatnya, kamu tidak ikut seperti mereka, namun mereka membutuhkan jasamu.

Pikirkan: Masalah umum apa yang mereka miliki? Berikan solusi dan perlakuan khusus.

Metode Persimpangan

Metode persimpangan (intersection) bertujuan untuk menemukan ide bisnis jasa potensial di persimpangan. Rumusnya begini: Skill, Minat, dan Jaringan. Kamu bisa apa? Kamu berminat di mana? Jaringan kamu mana?

Misalnya. Saya punya skill menulis. Saya berminat menulis opini dan tutorial terus-menerus. Jaringan saya media online yang menerima dan memberikan honor tulisan, serta orang-orang yang ingin belajar menulis.

Kamu perlu lebih spesifik. Kata “bisa menulis” (skill), perlu kamu uraikan menjadi lebih banyak. Kata “media online” perlu kamu uraikan menjadi banyak nama, genre, dll. Mungkin ada yang menerima kamu sebagai redaktur, penulis tetap, atau kontributor. Jaringan kamu sortir lagi yang paling “menghasilkan” dan potensial. Coret yang tidak perlu. Bisa jadi, jaringan ini bukan hanya media online. Bisa jadi, dalam daftar ini, ada sutradara film pendek, mereka yang butuh teks iklan, dst. Buatlah permainan yang berisi persilangan antara “skill” (kemampuan), “minat”, dan “jaringan”.

Metode Penuh Masalah

Kamu perlu bersenang-hati ketika punya banyak masalah. Kamu menyadari adanya masalah itu dan harus menjadi orang pertama yang menyelesaikan masalahmu.

Kamu punya masalah. Kalau kamu selesaikan, baik untuk hidupmu. Penyelesaian berdasarkan pengalaman, atau berdasarkan gagasan orang-orang terpilih dalam tim kamu, akan menjadi ide bisnis yang mantap. Saya sangat suka menyelesaikan masalah. Apa yang sudah dianggap fixed (tetap) oleh orang, saya ragukan. Apa yang dianut orang banyak, saya pertanyakan. Hasilnya, saya menuliskan aforisma, catatan, artikel, yang dicari orang ketika mereka bermasalah.

Banyak pekerjaan khusus, ditemukan ketika kamu benar-benar mengerti suatu masalah.

Mengasuh anak, membutuhkan biaya puluhan juta. Bisa menjadi sangat hemat, menghasilkan anak pintar, jika kamu punya solusi terkait pengasuhan anak. Bayak orang mencari itu.

Metode Menjadi Pakar

Menjadi ahli. Tidak mudah menjadi ahli. Kamu perlu minimal 10.000 jam (ini bisa sambil-jalan) untuk menjadi ahli. Bukan sekadar bisa dan hobby.

Apakah kamu berpeluan menjadi ahli dan membisniskan keahlianmu?

Cara mengukurnya, mudah. “Apakah beberapa orang, dari lingkaran berbeda, memiliki tema pertanyaan sama untuk kamu? Apakah mereka percaya jawabanmu?”. Mungkin mereka tidak membayar jasamu, tetapi yang sebenarnya: orang lain mau. Yang terpenting lagi, kamu sudah memiliki beberapa lingkaran berbeda, yang potensial menjadi konsumen kamu.

Metode Penyelidikan untuk Rasa Sakit

Mengatasi rasa-sakit (pain), menjadi ajaran dalam bisnis. Setiap produk adalah solusi untuk mengatasi “pain”. Pastikan, kamu memiliki solusi terbaik dari suatu masalah orang lain.

Secara diam-diam, ajukan pertanyaan ini.

“Ceritakan sedikit tentang keadaanmu..” kemudian dari jawaban orang ini, coba identifikasi “masalah terberat” yang sedang ia alami.

“Tantangan terbesar apa yang ingin kamu capai?” kemudian visualkan hasilnya. Dengan membuat gambaran visual, kamu lebih mudah menemukan struktur dan jaringan dalam bisnisnya.

“Seperti apa hari-hari biasa bagi kamu?”. Ini pertanyaan perubahan. Kamu harus bisa membuat bisnisnya berubah, tidak seperti sekarang.

“Apa bagian bisnis kamu yang paling membuat kamu frustrasi atau menghabiskan waktu?”. Pertanyaan ini untuk menemukan masalah paling berat yang akan kamu atasi.

Mengidentifikasi masalah adalah pekerjaan mahal. Kamu harus bisa membuat orang ini mau berbicara, percaya kepadamu, dan kamu punya “demo” yang menampilkan keberhasilanmu sebelumnya.

Kamu bisa lakukan ini dari “tanpa ide”.

Saya pernah lakukan ini, menggunakan penelitian “grounded research“. Kebanyakan saya lakukan dalam penelitian politik dan bisnis. Saya berhasil menemukan, “masalah sebenarnya”, dan bagaimana mengatasinya.

Banyak pekerjaan baru dan peluang baru, bisa terjadi, hanya jika kita memikirkan gagasan dan memulai beradaptasi dengan kehidupan sekarang. [dm]

Day Milovich

Webmaster, artworker, penulis, konsultan media, tinggal di Rembang dan Semarang.