in

Balada Cinta Muda-mudi Tulen Jawa Tengah yang Menikahi Bule

SEMARANG (jatengtoday.com) – Setiap orang tentu memiliki kisah cinta yang tersembunyi. Hanya sebagian saja kisah cinta seseorang yang kemudian mencuat menjadi cerita publik.

Tak seorang pun mengetahui kapan cinta datang dan pergi. Seketika cinta berkobar layaknya api, hingga merelakan diri sendiri. Sejak berabad-abad silam, para sufi fenomenal seperti Ibnu Arabi, hingga Jalaluddin Rumi berusaha mengupas bagaimana kerja cinta.

Tetapi cinta selalu memiliki tabir rahasia yang tak tersentuh kata-kata. Tak bisa untuk sekadar didefinisikan. Semakin berupaya menjelaskan apa itu cinta, semakin ia tak mengerti cinta. Begitu abstrak. Sastrawan Goenawan Mohamad menyebut “Cinta, sebuah kata yang tak persis pengertiannya, kecuali ketika kita merasakan sakitnya.”.

Cinta bisa membawa seseorang dalam ruang kebahagiaan, sekaligus bisa membawa ke dalam relung lara. Tragedi Romeo, dan Juliet hingga Chu Pat Kay dalam serial Kera Sakti (Sun Go Kong) yang menggambarkan “beginilah cinta, deritanya tiada akhir,” cukup mewakili betapa cinta sangat misterius.

Tetapi Plankton dalam serial Spongebob menguatkan bahwa “lebih baik merasa dicintai dan kehilangan daripada tidak pernah dicintai sama sekali,” katanya. Tragedi cinta yang misterius dan mengharu-biru selalu menarik untuk dikupas. Sebagaimana kisah cinta orang kampung di Jawa Tengah yang menikahi bule berikut ini.

1. Sri Rahayu Alias Rini

Gadis lugu warga Dusun Klepu, Desa Ngambarsari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, itu tak pernah bermimpi bakal disunting oleh bule bernama Ezra Liam Honan (20). Selain tampan, pria berwajah tampan dan bola matanya biru asal Selandia Baru itu bekerja di Australia sebagai manajer perusahaan ritel.

Sedangkan, Rini—namanya aslinya Sri Rahayu (21), hanyalah seorang lulusan SMP, bekerja sebagai babysitter di sebuah apartemen di Jakarta Pusat. Sebuah perbedaan yang mencolok dan jauh untuk dibayangkan.

Jumat (26/1/2018) lalu, dunia maya sempat heboh setelah melihat keduanya melangsungkan akad nikah di sebuah kampung berjarak 60 kilometer dari Kota Wonogiri.

Pernikahan gadis kampung dengan bule itu membuat warganet cemburu. Banyak yang memuji, tapi juga tak sedikit yang nyinyir membully. Tapi Rini pasrah dan tak peduli. Ia meyakini Ezra adalah jodoh yang dikirimkan Tuhan sebagai pendamping hidup.

Pernikahan itu melewati ujian berat sebelumnya. Semula kedua orang tua Rini, Sukiman dan Wagiyem, tidak merestui. Apalagi keduanya beda agama. Mereka tidak siap kalau harus memiliki besan orang Selandia Baru.

Saat Ezra melamar, Rini hanya memberikan syarat calon suaminya harus seiman dengan dirinya. Ezra pun akhirnya memutuskan menjadi mualaf, hingga keduanya menjadi pasangan resmi.

Rini dipertemukan dengan Ezra saat sedang rekreasi di Pantai Kuta, Bali, setahun sebelum menikah. Setelah berkenalan, ia sering berkomunikasi dengan Ezra via jejaring sosial Facebook, WA, dan telepon setiap hari. Rini menguasai Bahasa Inggris karena terlatih untuk mengasuh anak yang berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris.

Setelah menikah, kampung halamannya heboh, banyak orang meminta swafoto dengan Ezra.

2. Asep Probo Egiana

Seorang pemuda petani ikan, Asep Probo Egiana (29), warga Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah, juga sempat membikin kabar heboh.

Ia membuat warga di kampungnya terkejut, lantaran menikahi seorang bule bernama Pavla Travnickova (25), asal Republik Ceko. Pernikahan tersebut dilangsungkan menggunakan adat Jawa di rumah orangtua Asep pada Kamis (16/8/2018) lalu.

Mereka dipertemukan ketika Pavla yang seorang aktivis lingkungan berkunjung di Desa Gumiwang untuk memetakan wisata ikan pada 2017 silam. Pavla ikut membantu kegiatan pemuda di kampung itu. Asep dan Pavla ternyata saling menyimpan rasa.

Menariknya, Asep tidak bisa berbahasa Inggris kala itu. Saat berkomunikasi menggunakan jarak jauh menggunakan chat, Asep menggunakan aplikasi penerjemah di handphone-nya. Tak jarang, Asep juga menggunakan bahasa tubuh saat dirasa buntu. Namun, hal itu bukan halangan lantaran komunikasi keduanya tetap berjalan lancar hingga akhirnya menjadi suami istri.

Setelah menjadi suami istri, Asep dan Pavla tinggal di Desa Gumiwang dan menekuni bidang pertanian dan pengembangan ikan koi dan nila.

3. Dzulfikar

Pemuda Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Kabuaten Batang, Jawa Tengah bernama Dzulfikar, tak kalah menghebohkan pada 2017 lalu. Bagaimana tidak, Ilaria Monte Bianco (21), gadis asal Bari, Italia, rela terbang ke Indonesia untuk menikah dengan pemuda kampung itu.

Rumah sederhana Dzulfikar di depan SDN 01 Tragung dikerumuni tamu yang ingin menjadi saksi pernikahan pasangan lintas benua tersebut. Orang-orang kampung turut berkerumun dan berharap bisa mencuri-curi foto bule cantik itu. Kedatangan orang asing itu juga sempat membuat aparat polsek setempat harus menjaga ketat.

Gadis Italia dan pemuda Batang ini menjalin hubungan sejak dua tahun sebelum menikah. Mereka berkenalan dan berhubungan intens melalui media sosial Facebook dan WhatsApp sebelum akhirnya sepakat melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Ilaria mengaku menabung selama dua tahun untuk bisa datang ke Indonesia menemui sang pujaan hatinya. Di Italia, ia bekerja di sebuah restoran.

4. Garna Raditya

Jauh sebelumnya, seorang jurnalis media cetak di Kota Semarang, Garna Raditya, juga memiliki kisah cinta lintas negara. Ia menyunting gadis bernama Megan Hewitt, warga Amerika Serikat.

Kisah itu terjalin ketika Megan melakukan penelitian disertasinya di Indonesia, sebelum akhirnya menikah 16 Agustus 2014 silam. Megan-Garna ini menyimpan sejuta inspirasi, sebab pasangan ini juga melahirkan album musik bernama Antaralain yang mencuplik pengalaman budaya lintas negara.

Megan berperan sebagai vokalis. Sedangkan Garna Raditya sebagai gitaris. Di sela-sela waktu penelitian, ia mulai menulis lagu bersama Garna. Megan sendiri harus bolak-balik Berkeley-Semarang. Saat terpisah dengan jarak, mereka tetap latihan dengan cara bertukar file. Baik melalui surat elektronik dan menggunakan Skype.

Berbeda dengan kisah pemuda lain yang menikahi bule untuk tinggal di kampung halaman, Garna sebaliknya. Setelah menikah, ia memilih tinggal di Berkeley Amerika Serikat. (*)

editor : ricky fitriyanto