in

Atletik Sumbang Emas Pertama Jateng di Popnas XVI 2019

JAKARTA (jatengtoday.com) – Pelari Jateng Ayubi Adrian menyumbang emas pertama bagi Jateng pada hari kedua Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XVI Jakarta 2019, Senin (18/11/2019).

Ayubi menjadi yang tercepat pada nomor laro 400 meter gawang putra di Lintasan Atletik Stadion Madya Jakarta, Senin (18/11/2019). Untuk sementara, provinsi ini hingga pukul 18.00, meraih satu emas, tiga perak, dan lima perunggu.

Perak diraih oleh Ariq Alfatih Ageng (taekwondo/kelas 68 kg putra), Yoga Wahyu Pranata (tarung derajat/kelas 53,1-57 kg putra), dan Christopher Edbert (karate/kata perorangan putra). Adapun perak didapatkan dari Besta Noviana (taekwondo/poomsae perorangan putri), Angara Wahyu (taekwondo/poomsae perorangan putra), Lifiardiva Rasikah (taekwondo/kelas 49 kg putri), Mochamad Fahru (taekwondo/kelas 58 kg putra), dan Hendry Dharma Samudera (tarung derajat/ kelas 45,1-49 kg putra).

Wakil Ketua Kontingen Popnas Jateng, Kuncoro Dwi Wibowo mengatakan, perolehan emas pada hari pertama ini memang meleset dari target. Sebenarnya, Jateng menargetkan empat emas melalui tarung derajat, taekwondo, atletik, dan tarung derajat. Hanya atletik yang bisa memenuhi target emas.

”Hal ini di luar prediksi kami karena banyak atlet provinsi luar Jawa yang membuat kejutan. Seperti di tarung derajat, Yoga yang ditargetkan meraih emas kalah dari I Nyoman Candra (Bali). Bali bisa meraih tiga emas pada cabang tarung derajat. Kemudian taekwondo yang diharapkan bisa meraih emas, juga meleset,” tutur Kuncoro saat dihubungi.

Pihaknya akan melakukan evaluasi agar defisit medali di hari kedua ini, bisa tertutup dari cabang-cabang lain. Pada hari ketiga, Selasa (19/11/2019) besok, Jateng berpeluang mendapatkan tujuh emas dari atletik (3), angkat besi (1), taekwondo (2) dan karate (1).

”Masih banyak peluang untuk mengejar medali di Popnas ini. Memang butuh dukungan. Kami akan memotivasi atlet/pemain terus semangat bertanding. Tak ada kendala sebenarnya. Hanya butuh motivasi,” tandasnya. (*)

editor : ricky fitriyanto