SEMARANG (jatengtoday.com) – Generasi muda tidak hanya menjadi kelompok yang paling terdampak oleh perubahan iklim, tetapi juga memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi nyata. Semangat tersebut terlihat dalam gelaran Youth Impact & Innovation Forum yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Advisory (IYA) Semarang, Senin (22/6/2026).
Forum ini menjadi ruang kolaborasi bagi pemuda, pemerintah, akademisi, komunitas, dan berbagai mitra pembangunan untuk berdiskusi serta memperkenalkan berbagai inovasi yang berfokus pada isu lingkungan dan perubahan iklim.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Program Director ChildFund International di Indonesia, Mitra Tobing. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya dukungan berbagai pihak terhadap gagasan dan inovasi yang lahir dari generasi muda.
“Ide orang muda harus dikawal, diapresiasi setinggi-tingginya, dan harapannya bisa dibersamai oleh instansi pemerintah, kelurahan, lembaga, maupun pihak terkait lainnya. Mari bersama-sama bergerak untuk menyukseskan berbagai dukungan terhadap ide-ide tersebut agar dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Mitra Tobing.
Mitra juga memperkenalkan ChildFund International di Indonesia sebagai organisasi yang berkomitmen mendukung anak dan orang muda agar dapat tumbuh sehat, terlindungi, memperoleh pendidikan yang layak, serta memiliki kesempatan berpartisipasi aktif dalam pembangunan masyarakat.
Sementara itu, PIC Livelihood Yayasan Kesejahteraan Keluarga Soegijapranata (YKKS), Mahya Agfiyani, menegaskan bahwa ruang pemuda merupakan ruang perubahan yang perlu terus diperkuat.
“Youth Impact & Innovation Forum adalah panggung bagi orang muda untuk bersuara, berbagi, dan membangun masa depan bersama,” katanya.
Menurut Mahya, forum tersebut dirancang untuk membangun dialog yang setara antara pemuda dan para pemangku kepentingan sehingga ide serta inovasi yang lahir dari anak muda dapat memperoleh dukungan dan peluang pengembangan yang lebih luas.
Pada kesempatan yang sama, Hanif Wahyu Saputra memperkenalkan Indonesian Youth Advisory (IYA) Semarang sebagai komunitas anak muda yang didampingi YKKS selaku mitra ChildFund International di Indonesia. IYA hadir sebagai wadah partisipasi pemuda untuk menyampaikan aspirasi, terlibat dalam perencanaan program, serta menginisiasi berbagai kegiatan yang berdampak bagi masyarakat dan lingkungan.
Dalam forum tersebut, tiga program inovasi karya anggota IYA Semarang menjadi sorotan utama.
Program pertama bertajuk Rise and Root yang dipresentasikan oleh Reza Putra Pratama. Program ini berfokus pada rehabilitasi ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove jenis Rhizophora mucronata di kawasan pesisir Tanjung Mas, Semarang Utara.
Melalui program tersebut, anak muda diajak terlibat langsung dalam upaya menjaga ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi sekaligus penyerap karbon alami untuk membantu mitigasi perubahan iklim.
Inovasi berikutnya adalah Greenopoly yang diperkenalkan oleh Vemas Aldino. Program ini merupakan media pembelajaran interaktif yang menggabungkan permainan monopoli dengan materi edukasi lingkungan dan perubahan iklim.
Greenopoly telah diujicobakan kepada siswa sekolah dasar untuk meningkatkan pemahaman tentang isu lingkungan melalui metode belajar yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Sementara itu, Niken Zya mempresentasikan program Recycle for Long Cycle, sebuah workshop edukatif yang mengajak peserta memahami bahaya mikroplastik sekaligus mempraktikkan pengolahan sampah botol plastik menjadi produk kreatif yang bernilai guna.
Program yang menyasar anak-anak dan remaja tersebut tidak hanya mendorong penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), tetapi juga mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.
Berbagai inovasi yang dipresentasikan dalam Youth Impact & Innovation Forum menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kapasitas besar untuk menciptakan perubahan positif di tengah tantangan lingkungan yang semakin kompleks.
Melalui forum ini, kolaborasi antara pemuda dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan semakin kuat dalam menghadirkan solusi berkelanjutan bagi lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi generasi muda dalam pembangunan daerah dan aksi iklim di Kota Semarang. (*)
