in

Alasan Mengapa Wanita Ogah Tes IVA

SEMARANG, jatengtoday.com – Sejauh ini banyak wanita cenderung ogah alias tidak mau mengikuti tes IVA atau Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test. Tes ini salah satu tujuannya untuk mendeteksi kanker rahim secara dini. Tetapi faktanya justru wanita usia subur sangat jarang ada yang mau melakukannya.

“Kebanyakan wanita beralasan karena ketakutan jika hasilnya positif dan mereka dinyatakan kanker,” kata praktisi kesehatan dari RSUD Tugurejo Semarang, dr Hardiyanto SpOG, Sabtu (21/10/2017).

Dikatakannya, IVA Test ini sebetulnya mampu mendeteksi kanker leher rahim sejak dini. Tapi sangat disayangkan, tidak semua wanita usia subur berminat melakukan tes tersebut. “IVA Test sebetulnya penting, karena mereka bisa mengetahui kondisi alat reproduksi. Kalaupun hasil IVA ini dinyatakan positif, sebetulnya belum tentu ia kanker,” katanya.

Memang, tiga hingga lima persen pemeriksaan menunjukkan hasil positif. Tetapi kemungkinan besar disebabkan adanya perubahan di epitel serviks. Hal itu juga bisa disebabkan karena infeksi kronis. “Kalau infeksi kronis, maka penanganannya cukup dilakuan pengobatan infeksi. IVA Test positif belum tentu kanker,” tegasnya.

Lebih lanjut masih diperlukan pemeriksaan penunjang lain, seperti pap smear, lebih spesifik lagi dengan biopsy. “Biopsy yang dicurigai kanker serviks itu diambil, kemudian dibawa ke spesialis patologi anatomi,” terangnya.

Maka dari itu, Hardiyanto menyarankan agar para wanita tidak perlu takut untuk mengikuti IVA Test. “Stadium awal, kanker serviks nyaris tidak menimbulkan gejala. Wanita yang ada gejala keputihan pun jangan langsung ketakutan untuk memeriksakan diri. Sebab, mereka yang dengan keputihan juga belum pasti terkena kanker. Keputihan bisa diakibatkan berkembangnya jamur, protozoa, kuman dan lain-lain. Alangkah lebih baik melakukan deteksi dini,” katanya. (*)

Editor: Ismu Puruhito