in

Aksi Penembakan di Solo Berawal dari Masalah Utang

SURAKARTA (jatengtoday.com) – Polresta Surakarta bersama Den C Brimobda Polda Jateng menangkap tersangka penembakan mobil Toyota Alphard milik seorang pengusaha tekstil di Solo.

Tersangkanya ternyata LJ, seorang kakek-kakek berumur 72 tahun. Korbannya berinisial I yang umurnya sebaya.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, keduanya masih memiliki hubungan kerabat. Istri tersangka merupakan adik kandung korban. Mereka sudah mempunyai masalah cukup lama.

Semua berawal pada 2008 silam, saat tersangka memiliki aset tanah yang ada di Jaten, Karanganyar seluas kurang lebih 10.000 M2 yang akan dilelang oleh bank. Selanjutnya tersangka melalui istrinya, meminta kepada korban untuk mendaftar sebagai peserta lelang.

Lelang yang dilakukan oleh KPKNL pun memenangkan korban dengan nominal Rp10 miliar dan hak atas tanah tersebut beralih menjadi atas nama korban.

Namun, pada 2016 tersangka kembali mengungkit masalah tersebut setelah bertemu dengan seorang berkebangsaan Korea yang hendak membeli tanah itu seharga Rp26 miliar.

“Tersangka menganggap korban masih mempunyai kekurangan sebesar Rp16 miliar. Ia meminta kekurangan uang tersebut namun korban tidak mau,” ujar Kapolresta Surakarta melalui Humas Polda Jateng, Jumat (4/11/2020).

Beberapa waktu lalu, tersangka mengajak korban ke rumah di Jalan Monginsidi, Surakarta untuk ditunjukan lokasi sarang burung walet yang diakui milik tersangka.

Saat di lokasi, tersangka meminta korban keluar dari dalam mobilnya. Namun, korban menolak. Sebab, pada waktu yang sama, sopir korban mengaku melihat senjata api yang ditaruh di bagian depan celana tersangka.

Sontak, sopir korban memutar balik mobil Toyota Alphard yang dikendarainya bersama korban. Hingga pemberondongan tembakan itu pun terjadi. Tembakan pertama dilepaskan tersangka ketika saksi akan memutar mobil dengan jarak kurang lebih 2 meter.

Polisi mengamankan barang bukti berupa mobil Alphard, senjata api gengam merk Carl Walther, 63 butir peluru Cal 22 LR, 1 serpihan proyektil, 8 selongsong peluru, dan 1 potongan gril depan mobil Toyota Alphard.

Tersangka telah ditahan dan diancam dengan Pasal 360 KUHP Jo 53 KUHP dengan ancaman pidana mati, pidana seumur hidup, atau penjara selama-lama 20 tahun. (*)

 

editor: ricky fitriyanto