in

Advokat Semarang Desak KPU Tunda Pemilu

Pada advokat menilai kondisi Pemilu 2024 carut marut.

Advokat di Kota Semarang saat menyuarakan kritik terhadap pelaksanaan pemilu 2024. (baihaqi/jatengtoday.com)
Advokat di Kota Semarang saat menyuarakan kritik terhadap pelaksanaan pemilu 2024. (baihaqi/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Pemilu 2024 akan dilaksanakan sepekan lagi, tepatnya pada 14 Februari. Meskipun begitu, advokat di Kota Semarang mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda pemilu.

John Richard Latuihamallo selaku perwakilan advokat mengatakan, penundaan pemilu perlu dilakukan karena terdapat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang cacat yuridis.

Putusan MK yang menurutnya tidak sah itu tetap diimplementasikan dengan meloloskan salah satu calon wakil presiden (cawapres). Bahkan, Ketua dan Anggota KPU RI mendapat sanksi berupa peringatan keras dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena memaksakan meloloskan capres tersebut.

Ia menilai kondisi pemilu 2024 carut marut. Sehingga, kata Jhon Richard, sudah seharusnya pemilu ditunda, jangan dilanjut terus.

“Kami mendorong KPU harus segera mengambil langkah hukum dengan cara menunda pemilu,” kata John Richard saat konferensi pers, Kamis (8/2/2024).

Menurutnya, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki kondisi demokrasi saat ini. Meski tinggal sepekan, pemilu bisa ditunda karena alasan yang mendesak.

John Richard pun menyampaikan mengapa para advokat di Kota Semarang baru menyuarakan aspirasinya sekarang, tidak dari dulu saat putusan MK diketok palu.

Mereka geram lantaran aparat penegak hukum di tingkat pusat tak mengambil gerakan terhadap kepentingan demokrasi Indonesia. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar