in

Ada Veve Zulfikar dan Gus Azmi, Ribuan Pecinta Sholawat Kumpul di UIN Walisongo

SEMARANG (jatengtoday.com) – UIN Walisongo Semarang dan Indonesia Youth Forum (IYF) menggelar ‘Pemuda Sholawatan’, Jumat (4/10/2019) malam. Acara tersebut mendapat sambutan luar biasa dari para pecinta sholawat.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium II Kampus III UIN Walisongo tersebut menghadirkan tokoh pemuda Islami yang sedang naik daun. Yakni Gus Azmi dan Veve Zulfikar beserta ayahnya, Ustaz Zulfikar.

Hadir pula Deputi Pengembangan Pemuda pada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI Asrorun Ni’am Sholeh dan Ustaz Arja Imroni sebagai pentausiah. Juga Rektor UIN Walisongo Imam Taufiq beserta jajaran pejabat kampus lainnya.

Pantauan di lokasi, antusiasme penonton tampak begitu tinggi. Bahkan, tak sedikit yang rela duduk di samping gedung mengingat bagian dalam, baik lantai satu maupun dua, sudah dipenuhi lautan manusia.

Riuh tepuk tangan dan sorakan pun semakin bergemuruh saat pembawa acara menyebut nama Veve Zulfikar dan Gus Azmi untuk melantunkan sholawat.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Walisongo Imam Taufiq mengaku bangga melihat tingginya antusiasme penonton. Bahkan, dia memperkirakan ada sekitar 8.000 orang yang hadir pada malam itu.

“Malam ini saya cukup terharu, bahkan hati saya sampai bergetar melihat antusiasme segenap keluarga besar UIN Walisongo yang hadir,” ujar Imam.

Hal ini menunjukkan betapa tingginya kecintaan terhadap sholawat nabi. “Memang kita harus menjadikan Nabi Muhammad sebagai tauladan dan panutan, kita harus selalu mengagungkannya dengan melantunkan sholawat,” imbuhnya.

Menurutnya, jika melihat peserta yang hadir malam ini, seakan mematahkan segala kekhawatiran terhadap negeri akhir-akhir ini.

“Saya percaya, opini publik yang menyebut bahwa Indonesia sedang kacau, terpatahkan. Sebab saya yakin, orang yang cinta sholawat tidak suka perpecahan, yang ada kedamaian untuk indonesia yang lebih beradab,” tegasnya.

Hal senada juga dikatakan panitia penyelenggara dari IYF,
Muhammad Idris. “Kemarin kita melihat Indonesia ini semrawut, ada demo di mana-mana. Tapi ketika mendengar sholawatan, rasanya adem, bikin indoensia tentram,” tandasnya. (*)

editor : ricky fitriyanto