in

Penataan Parkir Museum Kota Lama Semarang, Ini Penjelasan Dishub

Museum Kota Lama Semarang mulai dibuka, Rabu (9/2/2022). (antara/i.c.senjaya)

SEMARANG (jatengtoday.com) –  Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang mengaku saat ini sedang menyiapkan penataan kantong parkir di sekitar Bundaran Bubakan Kota Lama Semarang. Hal itu menyusul setelah Museum Kota Lama Semarang di Bubakan diresmikan beberapa waktu lalu.

“Kami telah melakukan rapat koordinasi terkait operasional Museum Kota Lama Semarang pada Kamis (11/2/2022) lalu. Di antaranya koordinasi dengan Bank Jateng selaku pemilik lahan yang akan membangun kantong parkir di wilayah tersebut,” kata Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto, Jumat (11/2/2022).

Dijelaskannya, lahan parkir merupakan aset milik Bank Jateng, tepatnya di depan Kantor BRI di Jalan Pattimura atau ujung Jalan MT Haryono. “Saat ini masih dalam proses penyelesaian pembangunan,” ujarnya.

Dikatakan Endro, kantong parkir tersebut nantinya akan dikelola oleh Bank Jateng. Untuk sementara ini, lanjut dia, parkir kendaraan atau mobil pengunjung Kota Lama maupun Museum Kota Lama bisa menggunakan lahan di depan Hotel Horison NJ Semarang.

“Sedangkan, untuk bus wisata bisa memarkir di area Stasiun Semarang Tawang. Sifatnya dropping, kalau sudah selesai kunjungan, bus bisa datang untuk menjemput pengunjung,” katanya.

Selanjutnya, penataan arus lalu-lintas yakni rekayasa rute di Bundaran Bubakan. Arus lalu-lintas dari dari MT Haryono bisa langsung ke Jalan Agus Salim maupun Letjen Suprapto. Sedangkan arus lalu-lintas dari arah Jalan Ronggowarsito, Jalan Agus Salim tidak bisa langsung memutar Bundaran Bubakan.

“Pengendara harus ke kiri dulu masuk Jalan Pattimura, Dr Cipto melalui Kampung Kali, MT Haryono,” terangnya.

Anang Budi Utomo, dari Komisi D DPRD Kota Semarang menilai kawasan Kota Lama memang harus dilakukan penataan secara efektif. Terlebih lokasi Museum Kota Lama Semarang tersebut berada di tengah Bundaran Bubakan.

“Volume kendaraan di Bundaran Bubakan itu cukup padat. Aspek keamanan harus diperhatikan,” katanya. (*)