SEMARANG (jatengtoday.com) – Sebanyak 10 roller Jateng dipastikan bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Tiket itu didapatkan setelah Tim Sepatu Roda Jateng menyabet 2 emas, 2 perak, dan 4 perunggu di nomor-nomor bergengsi dalam Babak Kualifikasi PON di Bekasi, Selasa-Minggu (10-15/9/2019) lalu.
Emas disumbang roller andalan, Rizki Adyan Prasasti di nomor bergengsi Sprint 500 meter putri. Emas lain diraih Zulfikar, Viero, Surya, dan Dava di nomor Team Time Trial 10.000 meter putra.
Dari nomor lain, Rizki Adyan Prasasti juga merebut perak ketika tampil di nomor ITT 500 meter putri. Satu perak lagi, direbut Dharma Adyan Pinanditho di Nomor ITT 100 meter putra.
Sementara 4 perunggu dipersembahkan, masing-masing dari Yosua Samolala Buaya di nomor Sprint 500 meter putra, Abigail Guinevere Puteri Nimas Ayu Sprint 1000 meter putri, Mochamad Zulfikar PTP 10.000 meter putra, dan Riski Adyan Prasasti Marathon 42 kilomerer putri.
Melihat prestasi itu, Ketua Persatuan Olahraga Sepatu Roda Indonesia (Porserosi) Jateng, Sukirman mengapresiasi hasil PraPON. “Saya mengucapkan terima kasih atas kerja keras para atlet. Mereka luar biasa, Ini baru permulaan, karena pertarungan yang sesungguhnya di PON nanti. Hasil ini akan menjadi semangat para atlet berjuang meraih prestasi tertinggi medali emas,” terangnya, Selasa (17/9/2019).
Diakui, keberhasilan ini tidak luput dari sentuhan Pelatih Kepala Muhamad Arif Rahman, peraih Emas PON Kaltim 2008 lalu. Arif didampingi asisten pelatih yang juga legenda nasional, Peraih Medali Emas Sea Games Tahun 2011, Alan Candra dan Ajeng Anindiya.
Meski begitu, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini kurang puas karena latihan para atlet terganjal renovasi lapangan sepatu roda di Jatidiri yang berlarut-larut.
“Para pelatih luar biasa dalam bekerja di tengah keterbatasan. Menurut mereka latihan para atlet menjadi berkurang menjelang digelarnya PraPON. Penyebabnya pemugaran lapangan sepatu roda di Jatidiri Semarang,” ucap Wakil Ketua sementara DPRD Jateng ini.
Dia menyesalkan renovasi lapangan sepatu roda dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng yang molor.
“Kami memang tidak diajak bicara. Dalam rapat di DPRD saya sempat protes kepada Pak Sekda. Tetapi sudah terlanjur. Saya sudah meminta supaya pemprov segera menyelesaikan pembangunannya akhir tahun ini. Semoga saja cepat selesai dan hasil pembangunannya sesuai dengan yang dibutuhkan para atlet,” tegasnya.
Jadi selama proses pembangunan menjelang Babak Kualifikasi PON ini, lanjutnya, para atlet latihan di Jalan Raya di Semarang. Persisnya di Banjirkanal Timur dan Barat itu.
“Memang sempat saya bawa untuk latihan di Bekasi selama 10 hari, sekalian adaptasi lapangan. Tetapi tentu terbatas dibandingkan dengan latihan di rumah sendiri. Jika program latihan ini tidak terkendala, saya optimis hasilnya akan lebih baik,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Porserosi, Erlangga Ardianza Wibowo menambahkan, pihaknya segera melakukan evaluasi paska babak kualifikasi PON ini. Evaluasi itu akan dilakukan berbarengan dengan pemusatan latihan daerah (pelatda) untuk menghadapi PON 2020.
Selain itu pihaknya akan memanfaatkan kebijakan KONI Jateng untuk terus mengikuti kejuaraan bergengsi di dalam negeri maupun di luar negeri, seperti di Italia dan Colombia. (*)
editor : ricky fitriyanto